SUARABAHANA.COM — Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-145, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Selatan menggelar lomba busana kebaya. Acara ini berlangsung pada Selasa (14/5/24) di kawasan Wisata Kolong Bakung Toboali.

Sebanyak 35 peserta turut ambil bagian dalam lomba ini, terdiri dari 10 pelajar dan 25 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah serta kalangan umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer busana kebaya, tetapi juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya nasional di tengah gempuran budaya asing.

Compress 20240515 144717 7425
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar lomba kebaya ini dapat memperkuat ingatan masyarakat terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.

“Dengan lomba ini, saya berharap tumbuh juga ingatan kita kepada perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berjuang agar perempuan dapat mengenyam pendidikan yang sama dengan laki-laki,” ujar Debby dikutip mediaqu.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Kita Tingkatkan Peran Dan Partisipasi Perempuan Untuk Pembangunan Yang Adil Dan Setara Di Era Ekonomi Digital.” Menurut Debby, tema ini mengandung pesan penting bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam pendidikan dan lingkungan.

“Namun juga dimaknai sebagai momentum bahwa perempuan itu bisa menjadi pendidik yang baik dalam keluarga dan lingkungannya,” tegasnya. Debby juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.

“Atas nama Pemkab Bangka Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga kegiatan pada hari ini dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Ketua panitia lomba busana kebaya, Dian Novikasari, menyampaikan bahwa acara ini mengandung makna emansipasi perempuan serta mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender.

“Harapan ke depannya semoga kegiatan ini menjadi semangat bagi pelajar maupun perempuan di Bangka Selatan untuk bisa mengapresiasikan diri menjadi perempuan yang selalu percaya diri,” ujar Dian yang juga menjabat sebagai Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bangka Selatan.

Suasana lomba semakin meriah dengan antusiasme peserta yang semuanya perempuan. Mereka tampak percaya diri mengenakan kebaya dengan berbagai desain yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Penampilan para kontestan mendapatkan sambutan hangat dari penonton yang hadir, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Tidak hanya dari segi penampilan, para peserta juga menunjukkan pemahaman mereka tentang sejarah dan nilai-nilai yang diusung oleh Kartini.

Hal ini terlihat dari sesi tanya jawab singkat yang dilakukan panitia sebelum pengumuman pemenang.

Debby Vita Dewi menutup acara dengan pesan bahwa apa yang dilakukan hari ini bukan hanya sekedar perlombaan, tetapi juga bagian dari ibadah dan upaya memperkuat karakter bangsa melalui budaya.

“Suasana lomba cukup meriah dengan kehadiran para kontestan yang seluruhnya merupakan para perempuan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bernilai ibadah dan mendapatkan hasil yang maksimal,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi acara tahunan semata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan masih harus terus diperjuangkan.

Dukungan dari pemerintah daerah, organisasi, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang adil dan setara bagi perempuan di Bangka Selatan.

Dengan semangat Hari Kartini, Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan bahwa upaya melestarikan budaya sekaligus memperjuangkan emansipasi perempuan dapat berjalan beriringan. Lomba busana kebaya ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, memberikan inspirasi dan motivasi bagi semua perempuan untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.