UGM dan Pemkab Bangka Selatan Sosialisasikan Manfaat PLTN Thorcon 500
Ringkasan Berita:
- Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemkab Bangka Selatan menggelar sosialisasi manfaat dan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Thorcon 500 di Babel.
- Kegiatan di Ruang Rapat Gunung Namak ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keamanan dan potensi PLTN sebagai energi berkelanjutan.
- Pemkab Basel menyambut baik rencana pembangunan PLTN, namun menekankan pentingnya aspek keamanan, risiko, dan manfaat bagi masyarakat.
SUARABAHANA.COM — Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) serta rencana pembangunan PLTN Thorcon 500 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara berlangsung di Ruang Rapat Gunung Namak, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pusat Kajian Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) UGM dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Bangka Selatan terkait manfaat, keamanan, serta potensi pembangunan PLTN sebagai sumber energi listrik yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut hadir Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Gatot Wibowo, S.Hut., M.Si., mewakili Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, S.T. Dalam sambutannya, Gatot Wibowo menyampaikan apresiasi atas inisiatif UGM dalam memberikan edukasi dan membuka ruang dialog terkait rencana pembangunan PLTN di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
“Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyambut baik rencana pembangunan PLTN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami berharap rencana ini mempertimbangkan aspek keamanan, risiko, dan manfaat secara menyeluruh sehingga benar-benar memberi dampak positif bagi daerah dan masyarakat,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, sosialisasi seperti ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan komprehensif tentang teknologi nuklir. Dengan begitu, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan mendukung pengembangan energi bersih serta berkelanjutan di masa depan.
Sementara itu, perwakilan dari LKFT UGM, Dr. Kusnanto, memaparkan bahwa pembangunan PLTN bukan hanya soal menyediakan pasokan listrik, melainkan juga bagian dari strategi nasional menuju transisi energi ramah lingkungan. Menurutnya, PLTN memiliki keunggulan dalam hal efisiensi energi, rendah emisi karbon, dan ketersediaan daya yang stabil untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.
“PLTN dapat menjadi alternatif penyedia energi listrik yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pembangunan PLTN dilakukan dengan mengedepankan prinsip keselamatan dan keamanan tinggi. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat stabilitas pasokan listrik, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan sumber daya manusia lokal,” jelas Dr. Kusnanto.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa dalam setiap tahapan perencanaan PLTN, aspek sosial, lingkungan, dan edukasi publik menjadi perhatian utama. Dengan keterlibatan akademisi, pemerintah daerah, serta masyarakat, diharapkan proses pembangunan dan pengoperasian PLTN dapat berjalan transparan dan mendapat dukungan luas.
Selain sesi pemaparan, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Sejumlah perwakilan dari perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan akademisi lokal turut hadir dan memberikan pandangan mengenai pentingnya kesiapan daerah terhadap proyek strategis nasional seperti PLTN.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyoroti pentingnya jaminan keselamatan dan pengelolaan limbah nuklir secara bertanggung jawab. Pihak UGM menjelaskan bahwa teknologi PLTN modern, seperti Thorcon 500, telah dirancang dengan sistem keselamatan berlapis yang mampu meminimalkan risiko dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan energi nasional. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut melalui penelitian, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia lokal yang siap menghadapi tantangan di sektor energi masa depan.
Dengan meningkatnya pemahaman publik mengenai manfaat dan keamanan energi nuklir, Bangka Selatan diharapkan dapat menjadi salah satu wilayah yang siap beradaptasi dengan transformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan nasional berbasis inovasi dan teknologi hijau.








