SUARABAHANA.COM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) menggelar aksi bersih-bersih di enam titik strategis, Sabtu (20/9/2025), dalam rangka memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia atau World Cleanup Day (WCD). Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI agar seluruh daerah mendukung gerakan peduli lingkungan tersebut.

Kredit foto: Natasya/Imelda.
Kredit foto: Natasya/Imelda.

Enam lokasi yang menjadi fokus kegiatan bersih-bersih antara lain Simpang Adox – Simpang 3 Bandara, Simpang 3 Bandara – Gerbang Soll Marina, Simpang 3 Bandara – Simpang Kantor Gubernur, Simpang Kantor Gubernur – Rumah Dinas Gubernur, Simpang Bank Sumsel Babel – Sekretariat DPRD, serta Jembatan Kantor PKK – Gerbang Batu Belubang.

Arahan Menteri LHK Ditindaklanjuti

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel, Fery Afriyanto, yang memimpin langsung aksi bersih-bersih tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri LHK RI nomor S.1053/A/G/PLB.0.3/B/09/2025 tentang Dukungan Kegiatan WCD Indonesia Tahun 2025. Surat tersebut kemudian diteruskan melalui Surat Gubernur Babel nomor 600.4/0548/VII.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak selama satu bulan, mulai 15 September hingga 15 Oktober 2025. Hari ini kita bersama seluruh instansi dan stakeholder melaksanakan aksi bersih-bersih. Aksi serupa juga digelar di seluruh Indonesia atas instruksi Menteri LHK,” kata Fery.

Dalam kesempatan itu, Fery mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel, Fery Afriyanto. Kredit foto: Natasya/Imelda.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel, Fery Afriyanto. Kredit foto: Natasya/Imelda.

“Hari ini kita masih banyak menemukan sampah plastik di trotoar, badan jalan, hingga selokan. Kita harapkan semuanya bisa bersih. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Fery juga mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Babel agar menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik.

Pantauan lapangan menunjukkan ratusan pegawai dari berbagai perangkat daerah Pemprov Babel turut serta dalam kegiatan bersih-bersih tersebut. Mereka dibagi ke sejumlah titik lokasi sesuai pembagian tugas, mulai dari menyapu jalan, mengangkut sampah plastik, hingga membersihkan selokan yang tersumbat.

Aksi ini tidak hanya sekadar simbolis, melainkan benar-benar difokuskan untuk membersihkan area publik yang kerap dipadati aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan. Dengan partisipasi aktif para pegawai, lingkungan sekitar kantor pemerintahan dan fasilitas umum terlihat lebih bersih dan tertata.

Momentum Peringatan WCD

Hari Bersih-bersih Sedunia atau World Cleanup Day merupakan gerakan global yang diikuti jutaan relawan dari berbagai negara untuk membersihkan bumi dari sampah, terutama sampah plastik. Di Indonesia, gerakan ini telah rutin diperingati setiap tahun dengan melibatkan masyarakat, organisasi, hingga pemerintah daerah.

Bagi Pemprov Babel, momentum WCD 2025 menjadi sarana memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Babel terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pengelolaan sampah, baik melalui kegiatan rutin, sosialisasi, maupun penguatan regulasi.

Menurut Fery, aksi bersih-bersih hanyalah langkah awal. Yang terpenting adalah membangun perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa hidup bersih dan peduli lingkungan.

“Kalau hanya satu hari kita bersih-bersih, tetapi besoknya masih buang sampah sembarangan, maka upaya ini akan sia-sia. Yang lebih penting adalah kesadaran untuk menjaga lingkungan setiap hari,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemprov Babel akan terus berkolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan, pelajar, hingga kelompok masyarakat untuk memastikan gerakan peduli sampah dapat berlangsung berkelanjutan.

Melalui aksi ini, Pemprov Babel berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan indah. Dengan demikian, selain memberikan kenyamanan bagi masyarakat, hal itu juga akan meningkatkan daya tarik wisata serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.