Ringkasan Berita:

  1. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas 2025 untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  2. Sekretaris DKPPKB Basel menegaskan kolaborasi diperlukan guna mengoptimalkan program Kampung KB serta mendukung penurunan angka stunting di seluruh wilayah.
  3. Narasumber BKKBN menyoroti peran penting program Dashat dalam Kampung KB untuk meningkatkan pemahaman gizi dan menekan prevalensi stunting.

SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) melaksanakan kegiatan Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Tingkat Kabupaten Tahun 2025 pada Jumat (17/10/2025). Agenda yang berlangsung di Ruang Pertemuan DKPPKB ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber foto: Pemkab Bangka Selatan.
Sumber foto: Pemkab Bangka Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 mengenai penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Program ini dirancang untuk mengakselerasi pencapaian agenda pembangunan nasional melalui pendekatan terintegrasi, khususnya pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan keluarga.

Acara dihadiri Sekretaris DKPPKB Bangka Selatan, Ramdani, S.E., yang mewakili Kepala Dinas, serta narasumber dari BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Mika Triana, S.Pi., M.M., dan Firman Darmawan, S.I.P., M.Ads. Unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari berbagai sektor turut hadir sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas kelembagaan.

Dalam sambutannya, Ramdani menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Kampung KB sebagai wadah pembangunan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga. Ia menilai program tersebut memiliki peran sentral dalam mendorong penurunan angka stunting serta peningkatan pemahaman masyarakat terkait kesehatan keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa dapat bersinergi mengoptimalkan pelaksanaan program Kampung KB. Kampung KB merupakan wadah strategis pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Narasumber BKKBN Mika Triana turut menekankan pentingnya implementasi program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sebagai bagian inti dari penguatan Kampung KB. Menurutnya, Dashat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, sekaligus memberikan solusi konkret dalam upaya menekan angka stunting di daerah.

“Melalui kegiatan Dashat di Kampung KB, diharapkan angka stunting dapat ditekan. Masyarakat perlu memiliki pemahaman dan keterampilan gizi yang baik agar tercipta generasi yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Selain itu, pemaparan dari para narasumber juga menyoroti perlunya sinkronisasi program lintas OPD untuk memastikan intervensi yang lebih efektif, baik dari segi penyediaan fasilitas, edukasi, hingga monitoring dan evaluasi di tingkat desa. Pendekatan holistik dinilai mampu mempercepat terwujudnya keluarga mandiri, sehat, dan sejahtera.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan keluarga melalui beragam program prioritas yang selaras dengan visi daerah. Penguatan Kampung KB bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga kerangka kerja berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah, OPD, dan masyarakat, Pemkab Bangka Selatan optimistis upaya peningkatan kualitas keluarga serta pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.