Kelangkaan LPG Terjadi di Kota Toboali, Ini Hasil Pengawasan Pemerintah Daerah
Intisari Berita:
- Warga Kota Toboali mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg hampir sepekan terakhir, diduga akibat distribusi terhambat cuaca.
- DKUKMINDAG Bangka Selatan memastikan stok di pangkalan terbatas karena kapal pengangkut LPG terlambat sandar, serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
- Fenomena kelangkaan LPG 3 Kg menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dinilai berulang setiap tahun, terutama di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung.
SUARABAHANA.COM — Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (LPG 3 Kg) dikeluhkan warga di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Kondisi ini telah berlangsung hampir sepekan terakhir dan mulai menyulitkan masyarakat, terutama rumah tangga kecil serta pelaku usaha mikro yang bergantung pada LPG bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Keluhan warga muncul karena pasokan LPG 3 Kg di tingkat pangkalan dan pengecer sulit diperoleh. Beberapa warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk mendapatkan gas melon tersebut, bahkan tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong.
Zainal Arifin, seorang guru sekolah menengah pertama di Kota Toboali, menilai kelangkaan LPG 3 Kg bukanlah hal baru. Ia mengaku tidak terkejut dengan fenomena yang terjadi saat ini karena sudah kerap dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

“Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kondisi seperti ini memang sudah biasa terjadi tak lama menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Hampir setiap tahun polanya sama,” ujar Zainal saat ditemui di Toboali, Rabu (28/1/2026).
Menurut Zainal, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan sering kali tidak diimbangi dengan distribusi yang lancar, terutama di daerah kepulauan seperti Bangka Selatan. Akibatnya, LPG 3 Kg yang seharusnya mudah diakses masyarakat kecil justru menjadi langka.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Deka Indra, memastikan pihaknya telah melakukan pengawasan langsung di lapangan. Pengawasan dilakukan pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan menyasar sejumlah pangkalan LPG 3 Kg di wilayah Kota Toboali.








