Intisari Berita:

  • Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan revitalisasi dan penataan kawasan Lapangan Sepak Bola Merdeka Toboali tidak mengubah fungsi utama sebagai fasilitas olahraga masyarakat yang sarat nilai historis daerah.
  • Kepala Dinas PUPR Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, menegaskan penataan hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta mempercantik kawasan tanpa menghilangkan identitas lapangan.
  • Revitalisasi Lapangan Sepak Bola Merdeka Toboali direncanakan dimulai pada 2026 dengan anggaran Rp3,2 miliar dari APBD, termasuk pembangunan jogging track dan penataan fasilitas pendukung.

SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan rencana revitalisasi dan penataan kawasan Lapangan Sepak Bola Merdeka Toboali tetap berpijak pada fungsi utamanya sebagai ruang olahraga publik.

Proyek yang mulai digaungkan untuk tahun anggaran 2026 ini disebut tidak akan mengubah karakter dasar lapangan yang selama ini menjadi salah satu ikon aktivitas masyarakat di Kota Toboali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, menyampaikan bahwa penataan kawasan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas fasilitas dan kenyamanan pengguna. Ia menegaskan, nilai historis Lapangan Sepak Bola Merdeka tetap dijaga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, ST.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, ST.

“Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tetap berkomitmen menjaga nilai historis dan fungsi utama Lapangan Sepak Bola Merdeka Toboali sebagai kawasan olahraga buat masyarakat, cuma perlu ditata dan direvitalisasi agar nyaman dan aman bagi masyarakat kita,” ujar Elfan di Toboali, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, revitalisasi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih layak dan ramah bagi semua kalangan. Lapangan yang selama ini digunakan untuk sepak bola, kegiatan olahraga lain, hingga aktivitas lain, akan tetap dipertahankan.