SUARABAHANA.COM — Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi bagi Pencari Kerja (Pencaker) Berdasarkan Klaster Kompetensi Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Industri (BLK) Babel pada Senin, 30 Juni 2025.

Sumber foto: istimewa/Iyas Zi/Umar.
Sumber foto: istimewa/Iyas Zi/Umar.

Acara pembukaan disambut hangat oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Elius Gani, yang mengalungkan kain cual kepada Gubernur sebagai bentuk penghormatan. Gubernur Hidayat hadir didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Inspektur Daerah Babel Imam Kusnadi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gusdinar.

Pelatihan ini akan diikuti oleh 64 peserta dan mencakup beberapa bidang keterampilan seperti Pengoperasian Mesin Produksi, Desain Grafis, Las Fabrikasi, serta Teknik Listrik Industri. Kegiatan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama hampir satu bulan, dimulai pada 30 Juni hingga 25 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan yang dinilainya sangat penting bagi peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Ia menekankan bahwa sertifikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan kemampuan nyata yang dapat diimplementasikan di dunia kerja.

Sumber foto: istimewa/Iyas Zi/Umar.
Sumber foto: istimewa/Iyas Zi/Umar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pembekalan dan pelatihan seperti ini. Saya berharap peserta yang telah dibekali oleh Pemerintah Provinsi Babel mampu mempertanggungjawabkan keterampilannya, bukan hanya sekadar mengantongi sertifikat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hidayat Arsani menegaskan komitmennya agar lapangan pekerjaan di Bangka Belitung bisa lebih banyak diisi oleh putra-putri daerah. Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya integritas dan etika kerja sebagai penunjang profesionalisme.

“Saya berharap tenaga kerja yang ada di Babel berasal dari putra-putri daerah kita sendiri. Bukan hanya memiliki skill yang mumpuni, tapi juga moral dan mental kerja yang baik. Ini penting untuk membentuk SDM unggul yang mampu bersaing,” tegasnya.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemprov Babel dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan daya saing daerah. Pelatihan berbasis klaster kompetensi ini dirancang agar lebih terfokus pada kebutuhan dunia industri dan dunia usaha saat ini.

Gubernur Hidayat juga sempat meninjau beberapa ruang pelatihan di UPTD BLK Babel dan berdialog langsung dengan para instruktur serta peserta. Dalam dialog tersebut, ia mendorong agar peserta bersungguh-sungguh selama proses pelatihan berlangsung, dan tidak ragu mengembangkan kemampuan yang telah didapat.

Sumber foto: istimewa/Iyas Zi/Umar.
Sumber foto: istimewa/Iyas Zi/Umar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Elius Gani, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program prioritas yang akan terus dikembangkan. Ia menyebut bahwa pelatihan tahun ini menggunakan pendekatan klaster industri untuk memastikan output lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja.

“Kami ingin memastikan para pencari kerja yang ikut pelatihan ini tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri terkini. Ini bagian dari strategi kami mendorong pengurangan pengangguran terbuka di Babel,” jelas Elius.

Dengan pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Babel berharap dapat melahirkan SDM lokal yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan profesional. Harapannya, mereka dapat menjadi bagian dari solusi ketenagakerjaan di daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.