Begitu Akrab, Kapolres Bangka Selatan Jadi Idola Baru di SMPN 1 Toboali!
Selain isu kenakalan remaja, Kapolres juga menyinggung fenomena maraknya kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah dan kerap menjadi viral di media sosial. Menurutnya, media sosial saat ini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan generasi muda, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bijak.
“Mari kita manfaatkan media sosial untuk hal-hal positif. Hindari penyebaran konten kekerasan atau pelecehan. Apalagi sekarang banyak kasus bullying yang muncul karena kurangnya rasa empati. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, bukan arena kekerasan,” ujar AKBP Agus.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menanamkan sikap saling mengasihi, menghormati guru, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta kedisiplinan. Hal ini dianggap penting dalam membentuk karakter pelajar yang berintegritas.
AKBP Agus Arif Wijayanto menjelaskan bahwa program Police Goes To School merupakan kegiatan rutin Polres Bangka Selatan. Program ini tidak hanya sekadar sosialisasi, melainkan bentuk nyata kepedulian institusi Polri terhadap perkembangan anak-anak, khususnya di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
“Kami ingin mendekatkan polisi kepada generasi muda, agar mereka merasa nyaman berdialog dengan kami. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang taat hukum dan mampu menjadi mitra dalam menjaga kamtibmas,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua dapat terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari tindak kekerasan dan penyimpangan sosial lainnya.
Di akhir amanatnya, Kapolres Bangka Selatan mengajak seluruh siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, terutama dalam hal menumbuhkan budaya tertib dan saling menghormati di sekolah.
“Jadilah pelajar yang membanggakan orang tua dan guru. Pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik, santun, dan taat hukum,” tutupnya.
Program Police Goes To School ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan para siswa. Mereka mengaku merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian dan memperoleh wawasan baru terkait pencegahan kenakalan remaja.


