PLN Terangi 15 Rumah Warga Bangka Belitung Melalui Program Light Up The Dream
Ringkasan Berita:
- PLN UP3 Bangka menyalakan listrik serentak melalui program Light Up The Dream bertepatan HUT ke-80 RI, membantu warga pra-sejahtera yang belum menikmati akses listrik layak.
- Sejak 2020, program LUTD telah memberi manfaat bagi puluhan ribu keluarga. Di Pangkalpinang, 14 rumah kembali merasakan terang pada momentum peringatan kemerdekaan.
- Sekda Pangkalpinang mengapresiasi kepedulian pegawai PLN dan menegaskan semangat gotong royong harus ditumbuhkan lintas sektor, termasuk kesehatan dan perlindungan sosial bagi warga kurang mampu.
SUARABAHANA.COM — PLN UP3 Bangka kembali menegaskan komitmen pemerataan akses energi dengan menggelar penyalaan serentak program Light Up The Dream (LUTD) dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Program ini menjadi momentum penting dalam memperluas layanan listrik layak bagi keluarga pra-sejahtera di Bangka Belitung, khususnya di wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya.
Acara penyalaan digelar di Jalan Belanak 1, Kelurahan Air Salemba, Kecamatan Gabek, Rabu (20/8/2025), yang turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang serta manajemen PLN.

Pada momentum kemerdekaan tahun ini, PLN kembali menghadirkan terang bagi 14 rumah di Pangkalpinang dan satu rumah di Belitung. Langkah itu menandai lanjutan komitmen sejak LUTD diluncurkan pada 2020. Secara nasional, program ini telah menyentuh 28.643 rumah tangga pra-sejahtera.
Di Bangka Belitung sendiri, manfaat LUTD menyebar di sejumlah daerah. Tercatat enam rumah di Koba, tiga rumah di Pangkalpinang, masing-masing dua rumah di Bangka dan Bangka Barat, serta beberapa daerah lain telah merasakan dampak langsung.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, mengungkapkan bahwa program LUTD bukan sekadar penyaluran listrik baru, tetapi merupakan bentuk solidaritas sosial berbasis gotong royong internal. Dana bantuan diperoleh dari sumbangan sukarela pegawai PLN.

Menurut Ira, fakta masih ditemukannya rumah warga yang belum teraliri listrik, bahkan di kawasan dekat pusat kota dan kantor PLN, menjadi cermin masih adanya kesenjangan akses energi yang membutuhkan perhatian serius.
Ia juga menegaskan perlunya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, lembaga formal, serta pihak swasta diajak untuk memperkuat sinergi memastikan keadilan energi benar-benar terwujud.
PLN menyadari pemerataan akses listrik bukan hanya soal infrastruktur teknis, tetapi hadir sebagai prasyarat dasar peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup.
Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go, mewakili Pj Wali Kota, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN. Ia menyebut Pemkot sejak 2018 hingga 2025 telah membedah ribuan rumah. Namun faktanya masih ada warga yang belum menikmati layanan listrik.
Kondisi tersebut menjadi ironi di momentum delapan dekade kemerdekaan. Menurutnya, penyalaan listrik yang dilakukan PLN merupakan bentuk “kemerdekaan dari kegelapan” yang sesungguhnya berarti bagi masyarakat kecil.

Mie Go menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan pegawai PLN patut dicontoh. Pemerintah Kota, kata dia, siap berkolaborasi memperluas cakupan perlindungan sosial termasuk dalam bidang kesehatan. Ia menyinggung kemungkinan memperluas cakupan BPJS bagi masyarakat kurang beruntung sebagai bentuk keselarasan semangat yang sama.
Ia juga mendorong penerapan nilai ini pada isu lain seperti penanganan stunting, di mana kontribusi komunal melalui penyisihan rezeki bisa menjadi solusi tambahan bagi keluarga membutuhkan.
Acara penyalaan LUTD berlangsung penuh harapan. Warga penerima manfaat merasa lega sekaligus bersyukur karena kehadiran listrik akan membantu aktivitas rumah tangga, pendidikan anak, hingga potensi peningkatan pendapatan keluarga melalui usaha rumahan.
Di tengah akselerasi digitalisasi dan layanan berbasis teknologi, listrik bukan lagi atribut pelengkap, tetapi kebutuhan utama yang menentukan tingkat akses seseorang terhadap informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi.
Bagi PLN, LUTD tidak berhenti pada seremoni. Program ini menjadi bagian sistematis dari upaya agresif memperluas rasio elektrifikasi di Bangka Belitung. Dengan semakin eratnya sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan komunitas warga, diharapkan pemerataan energi terus meningkat.
Aksi sosial ini sekaligus menguatkan pesan bahwa energi mampu menjadi platform penyatu kepedulian, bukan sekadar layanan utilitas.
PLN optimistis bahwa dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, misi menghadirkan listrik andal dan adil bagi seluruh masyarakat bukan hanya jargon pelayanan, tetapi fakta yang semakin mendekati penyempurnaan. Bangka Belitung mengirimkan pesan jelas: kemerdekaan sejati harus dirasakan semua rumah, termasuk di pelosok dan kantong-kantong kecil yang selama ini terabaikan.
Energi untuk semua bukan cita-cita, melainkan kerja nyata yang harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Program Light Up The Dream menjadi bukti nyata bahwa cahaya bisa dinyalakan melalui semangat berbagi. Keyword utama: program LUTD, PLN UP3 Bangka, Pemerataan akses listrik di Bangka Belitung.


