SAR Gabungan Evakuasi Nelayan Alami Mati Mesin di Perairan Air Anyir
SUARABAHANA.COM — Enam orang nelayan asal TPI Pangkalbalam berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan Air Anyir, Kabupaten Bangka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (27/8/2025) sore dan sempat membuat kapal terombang-ambing sebelum akhirnya lego jangkar di sekitar perairan pantai Air Anyir.

Dalam Siaran Pers Kantor SAR Pangkalpinang, Kamis pagi (28/8/2025) diketahui kapal nelayan tersebut berangkat dari dermaga TPI Pangkalbalam pada pukul 04.45 WIB menuju fishing ground di perairan Air Anyir.
Namun, saat hendak kembali sekitar pukul 17.25 WIB, mesin kapal mendadak mati dan tidak dapat dihidupkan kembali. Upaya perbaikan yang dilakukan nahkoda gagal hingga malam hari, sehingga kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi darurat, salah satu nelayan menghubungi temannya di darat untuk melaporkan kejadian ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengirimkan satu tim rescue menggunakan Kapal RBB (Rigid Bouyancy Boat) milik Basarnas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa koordinat kapal nelayan yang lego jangkar berada di titik 2°03’12.2″S 106°12’32.6″E. Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi sambil meminta nelayan memberikan kode cahaya sebagai penanda.
Setelah satu jam penyisiran, tim akhirnya menemukan kapal nelayan tersebut dan mengevakuasi lima orang penumpang ke atas Kapal RBB.
“Kondisi cuaca saat proses evakuasi cerah, namun ombak cukup besar sehingga sedikit menghambat. Sebelum pemindahan, kami pastikan para nelayan menggunakan life jacket demi keselamatan,” ujar Oka.
Selain mengevakuasi nelayan, Basarnas juga berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Pangkalpinang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para korban setibanya di dermaga TPI Pangkalbalam. Seluruh nelayan dilaporkan dalam kondisi sehat.
Oka menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Basarnas apabila mengalami kejadian serupa atau kondisi yang membahayakan jiwa.
“Silakan hubungi Basarnas di nomor darurat 115, atau call center SAR Bangka Belitung di 0717-4261338 dan WhatsApp 0811-7810-115. Atas keberhasilan evakuasi ini, operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup, dan seluruh tim yang terlibat dapat kembali ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.
