Pemkot Pangkalpinang Mantapkan Sinergi Lintas Perangkat Daerah
Ringkasan Berita:
- Pemkot Pangkalpinang menggelar program SEPERADIK dengan rangkaian senam, GPM, cek kesehatan gratis, hingga sedekah telur untuk memperkuat sinergi perangkat daerah dan meningkatkan pelayanan publik.
- Program Sedekah Telur yang diluncurkan Sekda Pangkalpinang mendorong ASN menyumbang telur untuk pencegahan stunting, menjadi inovasi sosial terukur yang langsung menyasar keluarga membutuhkan.
- Gerakan Pangan Murah kerja sama Pemkot, Bank Indonesia dan 12 vendor menghadirkan bahan pokok harga terjangkau untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Pangkalpinang.
SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali mempertegas komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta pengendalian ekonomi melalui pelaksanaan program SEPERADIK (Sinergi Perangkat Daerah dan Informasi Kepegawaian) yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (12/09/2025).
Kegiatan rutin ini mendapat perhatian besar karena tidak semata menyatukan ASN dan perangkat daerah dalam kegiatan rekreasional, namun menyentuh indikator pelayanan publik di sektor ekonomi, kesehatan, dan sosial secara langsung.

SEPERADIK menghadirkan rangkaian kegiatan yang komprehensif, mulai senam bersama, Gerakan Pangan Murah (GPM), pelayanan cek kesehatan gratis, hingga peluncuran program sosial Sedekah Telur. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini, sejumlah pejabat eselon II, Direktur RSUD Depati Hamzah, camat, lurah, ASN hingga PHL.
Menurut Juhaini, SEPERADIK bukanlah seremoni rutin atau kegiatan seremonial biasa. Kegiatan ini dimaksudkan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah serta memperluas distribusi informasi kepegawaian yang selama ini hanya mengalir melalui kanal internal birokrasi. “Kegiatan ini juga membangun budaya kerja yang sehat, produktif, dan gotong royong,” kata Juhaini.
Peluncuran program Sedekah Telur dalam rangkaian SEPERADIK menjadi satu inovasi baru yang langsung menyentuh isu prioritas nasional dan daerah: pencegahan stunting. Program ini menggugah kepedulian ASN dengan mengajak mereka menyumbang dua butir telur untuk kemudian disalurkan ke keluarga yang membutuhkan.

Pemkot menilai pola intervensi berbasis empati kolektif ini penting karena stunting tidak bisa dicegah hanya lewat kebijakan dan sosialisasi, melainkan lewat pemenuhan gizi langsung dan konsisten.
Selain penguatan aspek sosial, sektor ekonomi masyarakat juga mendapatkan ruang dalam SEPERADIK. Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar bekerja sama dengan Bank Indonesia dan 12 vendor pangan strategis demi menjaga stabilitas harga dan menurunkan tekanan konsumsi masyarakat.
Melalui GPM, masyarakat dapat membeli barang kebutuhan pokok langsung dari produsen dengan harga terjangkau. Ini menjadi langkah nyata Pemkot Pangkalpinang dalam menekan inflasi pangan dan mengurangi disparitas harga.
“GPM ini menjadi solusi nyata agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tambah Juhaini.

Di sektor kesehatan, Pemkot menyediakan layanan cek kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi medis. Layanan ini bukan kegiatan pendamping, namun bagian dari strategi peningkatan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan merupakan pilar utama pembentukan SDM unggul.
Semakin banyak masyarakat memahami kondisi kesehatannya, semakin cepat pula intervensi medis dapat dilakukan. Pemerintah daerah berharap pola edukasi melalui pelayanan langsung ini bisa mendorong masyarakat lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
“Kesehatan adalah fondasi membangun SDM unggul dan produktif. Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan harus terus kita dorong,” tegas Juhaini.
SEPERADIK menjadi wadah kolaborasi multiprogram Pemkot Pangkalpinang dalam satu momentum. Setiap perangkat daerah dapat memperlihatkan bentuk kontribusi terhadap kebutuhan publik, sementara masyarakat mendapatkan manfaat langsung tanpa harus melalui jalur birokrasi.
Konsep ini sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi yang menuntut setiap unit kerja tidak hanya efisien secara administrasi, tetapi juga adaptif terhadap persoalan ekonomi dan sosial masyarakat.
Di bagian akhir kegiatan, Juhaini mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan menuju kota yang maju. “Mari jadikan momentum ini sebagai pemantik semangat untuk mewujudkan Pangkalpinang yang lebih sehat, sejahtera, dan maju,” tutupnya.
Dengan berjalannya program seperti SEPERADIK yang terstruktur serta berorientasi pada manfaat publik, Pemkot Pangkalpinang kembali menegaskan agenda pembangunan yang berbasis kolaborasi, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Pemerintah daerah memastikan bahwa pelayanan publik tidak berhenti pada teori, namun dirasakan langsung masyarakat. Program inilah yang menjadi contoh praktik pemerintahan yang efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kota Pangkalpinang.









