Pemkot Pangkalpinang Perkuat Sistem Kesehatan, Fokus Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria
Intisari Berita:
- Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat sektor kesehatan melalui kolaborasi dengan ADINKES Babel guna mendukung program nasional RSSH dalam penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.
- Pemkot Pangkalpinang mencatat capaian penting dengan penghargaan eliminasi penyakit menular serta target Universal Health Coverage hampir sempurna mencapai 99,86 persen per Maret 2026.
- Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna menegaskan tren peningkatan kasus penyakit ATM sehingga diperlukan langkah konkret, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk melindungi masyarakat di masa depan.
SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sistem kesehatan daerah melalui sinergi bersama Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya ini difokuskan pada penguatan program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH) sebagai bagian dari strategi nasional penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).
Pertemuan antara Pemkot Pangkalpinang dan ADINKES Babel menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi program kesehatan yang berkelanjutan. Agenda tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menekan angka penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, dalam audiensi yang berlangsung pada Kamis (2/4), menjelaskan bahwa penguatan program RSSH/ATM menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota dalam periode 2025-2026. Menurutnya, upaya ini tidak hanya berfokus pada penanganan, tetapi juga pada pencegahan dan pengendalian penyakit secara menyeluruh.
Dessy mengungkapkan bahwa pada akhir tahun 2025, Pemkot Pangkalpinang berhasil meraih penghargaan dari ADINKES atas capaian dalam eliminasi penyakit menular, khususnya AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria. Penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja sektor kesehatan.

Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga menaruh perhatian besar pada penguatan program kesehatan lainnya, termasuk strategi peningkatan Capaian Kinerja Gizi (CKG) tahun 2026 serta percepatan penurunan angka stunting. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.
Dalam aspek jaminan kesehatan, Pemkot Pangkalpinang mencatat capaian signifikan dengan tingkat Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,86 persen per Maret 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat Pangkalpinang telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
Meski demikian, Dessy mengakui bahwa tantangan di sektor kesehatan masih cukup besar. Salah satunya adalah tren peningkatan kasus penyakit ATM yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menuntut adanya langkah-langkah strategis yang lebih intensif dan kolaboratif.
“Setiap tahun tren penyakit ATM ini terus meningkat. Jika kita tidak peduli, maka akan berdampak pada generasi mendatang. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit ini,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program kesehatan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit menular tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
Program RSSH sendiri dirancang untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan di tingkat daerah. Program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup penguatan sistem layanan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta optimalisasi deteksi dini penyakit.
Sejalan dengan visi pembangunan Kota Pangkalpinang 2024-2026, Pemkot terus mendorong integrasi program kesehatan dengan sektor lain, termasuk pendidikan dan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkot Pangkalpinang optimistis mampu menekan angka penyakit menular serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi dengan ADINKES dan berbagai pihak terkait diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh di masa depan.


