PT Timah Berdayakan Masyarakat Lingkar Tambang dengan Inovasi Sosial: Inspirasi dari Tiga Local Hero
SUARABAHANA.COM — PT Timah terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar area tambang melalui berbagai program inovasi sosial. Melalui upaya ini, perusahaan berhasil memberdayakan potensi lokal dan melahirkan para local hero yang memberikan dampak positif bagi komunitas mereka.
Dalam Webinar CARBON #4 (Cerita Bersama Sucofindo) yang diadakan secara virtual pada Rabu (21/8), tiga tokoh local hero yang telah mendapatkan pembinaan dari PT Timah berbagi cerita dan pengalaman mereka dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Ketiga tokoh ini adalah Arief Junanto, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Muntok, Ananda Rahmat dari Kelompok Tani Pemuda Harapan, dan Zulyanti dari Batu Besi Kabupaten Belitung Timur.
Arief Junanto, Kepala SLB Negeri Muntok, memimpin Program Sekolah Enterpreneur Difabel yang diinisiasi oleh PT Timah. Program ini bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas yang merupakan pelajar dan alumni sekolah tersebut. Para siswa diberikan pelatihan membatik dan mengelola usaha jus buah, dengan dukungan peralatan dan pelatihan dari PT Timah.
“Kami mendapatkan dukungan penuh dari PT Timah, mulai dari peralatan hingga pemasaran produk. Bahkan, motif batik yang kami ciptakan telah diakui oleh Kemenkumham melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” ungkap Arief. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada SLB Negeri Muntok, tetapi juga terintegrasi dengan kelompok binaan lain dalam program BELA NUSANTARA, seperti kelompok Pemuda Harapan yang turut memasok bahan baku.
Ananda Rahmat dari Kelompok Tani Pemuda Harapan menceritakan bagaimana mereka mengembangkan lahan bekas tambang di Desa Belo Laut menjadi lahan produktif melalui program Agroforestry. PT Timah mendukung mereka dengan menyediakan pelatihan dalam pembuatan kompos dan irigasi hemat air.”Kami menanam berbagai tanaman keras dan produktif di lahan bekas tambang, seperti buah-buahan dan sayuran. Selain itu, limbah organik yang dihasilkan kami olah menjadi kompos, yang kemudian digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan,” jelas Ananda.
Program ini tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Zulyanti, seorang local hero dari Batu Besi, Kabupaten Belitung Timur, bercerita tentang usaha dodol nanas yang ia kelola. Produk dodol nanas badau yang ia hasilkan telah dikenal luas, namun usahanya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
Berkat dukungan modal dari PT Timah, Zulyanti mampu menghidupkan kembali usahanya dan memperluas jangkauan pasarnya.”PT Timah memberikan kami bantuan modal yang sangat berarti. Kini, omzet usaha kami terus meningkat dan telah membantu pendidikan anak-anak kami hingga jenjang perguruan tinggi,” kata Zulyanti dengan penuh rasa syukur.
Kisah sukses para local hero ini adalah bukti nyata bagaimana inovasi sosial yang dilakukan PT Timah mampu memberikan dampak positif dan signifikan bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi lokal, PT Timah tidak hanya membantu peningkatan ekonomi, tetapi juga mendorong keberlanjutan sosial dan lingkungan di wilayah operasionalnya.
Melalui program-program pemberdayaan seperti ini, PT Timah membuktikan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada kegiatan industri, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program seperti Sekolah Enterpreneur Difabel, Agroforestry, dan pemberdayaan usaha kecil seperti dodol nanas menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Sumber: timah.com



Tinggalkan Balasan