News  

Sejarah Lahirnya Kabupaten Bangka Selatan

Rusmin Sopian
Mantan jurnalis yang kini tinggal di Toboali

TANGGAL 27 januari 2003 adalah hari yang sangat bersejarah bagi warga bangsa yang berdiam di delapan Kecamatan yang ada di Bangka Selatan. Sekitar pukul 13.15 WIB, pimpinan sidang paripurna pengesahan UU tentang pembentukan kabupaten Bangka Selatan (saat itu dipimpin Wakil ketua DPR RI Soetarjo Suryoguritno) mengetuk palu tanda disyahkannya UU tentang pembentukan daerah otonom baru bernama Bangka Selatan yang berlangsung di Gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Tak pelak usai palu diketukkan Mbah Tarjo (Alm), panggilan akrab Wakil Ketua DPR RI saat itu, gema takbir Allahu Akbar bergema dalam Gedung Nusantara DPR RI. Bahkan ada warga Bangka Selatan yang menceburkan diri ke dalam kolam depan gedung DPR RI sebagai tanda kegembiraan. Sementara itu, sujud syukur juga dilakukan warga Bangka Selatan yang hadir di acara pengesahan UU tentang Daerah Bangka Selatan sebagai daerah otonom baru.

Dan untuk mendukung bangunan pemerintahan Bangka Selatan sebagai daerah otonom baru, Mendagri (saat itu dijabat oleh Harri Sabarno) pada tanggal 24 Mei 2003 melantik Pejabat Bupati Bangka Selatan H. Zikri Kisai untuk menata lembaga pemerintahan Bangka Selatan sebelum dilantiknya Bupati Definitif lewat proses Pilkada.

Lahirnya Bangka Selatan sebagai daerah otonom baru tak lepas dari lahirnya era reformasi. salah satu kemewahan politik yang dimiliki era reformasi adalah pembentukan daerah otonom baru menyusul berubahnya era sentralistik menjadi era desentralisasi.

Fenomena ini dimanfaatkan dengan gesit oleh para bangsawan pikiran daerah Toboali, Bangka Selatan. Kaum muda bangsawan pikiran bangsa daerah ini membentuk Komite Perjuangan Pemuda Toboali (KPPT) yang merupakan organisasi pemuda yang menyuarakan dan memperjuangkan Bangka Selatan sebagai daerah otonom baru yang dinakhodai Eddy Sani (alm).

Gagasan Kaum Muda Lewat KPPT

Gagasan kaum muda lewat KPPT itu lantas direspon oleh Pemerintah Kecamatan Toboali (yang saat itu dipimpin Camat Hardi, SH) . Bersama beberapa tokoh masyarakat dan pemuda, Hardi, SH lantas membentuk Panitia Persiapan Toboali sebagai Ibukota Kabupaten Bangka Selatan yang dipimpin oleh KaptenĀ  Ibrahim (Alm).

Beberapa kaum muda dan tokoh masyarakat serta para taipan lokal juga membentuk GPT (Gerakan Peduli Toboali) yang merupakan organisasi kemasyarakatan dipimpin oleh Hasan Sudianto (Bukong, red). Peran para taipan lokal seperti Sukandi Sulaiman (alm), Liu Chandra (Alm) dan sederet nama taipan lokal lainnya sungguh besar dalam mendukung gerakan pemekaran Kabupaten Bangka Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.