Wali Kota Pangkalpinang Sebut Qori-Qoriah Aset Potensial

Pangkalpinang – Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil menyatakan qori dan qoriah merupakan salah satu sumber daya potensial yang dimiliki oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Wali Kota yang sudah berkeliling hampir ke seluruh wilayah Indonesia menyebut, tidak semua daerah memiliki aset seperti yang dimiliki Kota Pangkalpinang. Hal ini disampaikan saat Maulan Aklil meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Yayasan Tilawah Bangka Belitung di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Jumat (11/3/2022).

IMG 20220520 WA0002

“Saya sudah hampir berkeliling Indonesia, Tidak semua daerah punya seperti kita. Potensi kita qori dan qoriah bagus-bagus termasuk hafidz dan hafidzahnya,” kata Molen, sapaan akrab Maulan Aklil.

Menurut Molen, potensi yang luar biasa ini harus terus digali dan dibina, termasuk mendukung pembangunan tempat pendidikan Al-Quran. Dia beralasan hal ini dapat menjadi aset Kota Beribu Senyuman dalam menjaga keharmonisan wilayah.

“Ayo berdayakan saya sebagai wali kota. Kita bagi tugas dalam misi ini, apa yang menjadi bagian saya dalam membina aset dengan pembangunan yayasan ini. Uangku juga bukan,” tegasnya yang mengawali karir sebagai pegawai negeri.

“Pembebasan lahan ku kasih pak. Selama saya wali kotanya, aset-aset yang tidak terpakai dan terbengkalai kenapa tidak dimanfaatkan? apalagi untuk tempat ibadah masjid dan hal seperti ini. Akan menjadi kenangan-kenangan kita,” tambahnya.

Ketua Yayasan Tilawah Bangka Belitung yang juga Ketua MUI Kota Pangkalpinang Syamsuni Saleh menyampaikan apresiasinya kepada wali kota yang telah memberi dukungan, dorongan serta kepeduliannya.

“Terhadap setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di kota Pangkalpinang, termasuk melakukan peletakkan batu pertama gedung yang akan mendidik serta menciptakan qori / qoriah termasuk hafidz dan hafidzah,” tandasnya.

Sumber : Diskominfo Pangkalpinang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.