Kata Sofian AP dan Dharma Sutomo Soal Konflik Internal di Tubuh KONI Bangka Selatan

SOFIAN, AP, M.Si adalah salah satu mantan Ketua Komite Olahraga NasionaI Indonesia (KONI) Bangka Selatan. Dia juga pernah memegang organisasi olahraga di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) periode 2009-2013 pada saat usia daerah itu masih sekitar 6 tahun.

Sederet jabatan organisasi baik di pemerintahan maupun di masyarakat juga pernah dia emban sejak lulus dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang kini telah berubah menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Saat ini di tubuh KONI Basel sendiri, Sofian, AP masih di daulat sebagai Dewan Kehormatan pada Kepengurusan KONI masa bhakti 2021-2025 yang dipimpin oleh Akbar Alfaddjeri.

IMG 20220520 WA0002
png 20220513 172143 0000
Mantan Ketua KONI Bangka Selatan, Sofian, AP. M.Si. Kredit foto: istimewa.

Gonjang-ganjing antara Ketua KONI Bangka Selatan Akbar Alfaddjeri dengan sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor) membuat sebagian orang yang peduli dengan olahraga merasa khawatir. Alasannya mudah, yaitu “prestasi olahraga di daerah itu terancam turun drastis“. Terlebih, tak lama lagi akan dilaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Tahun 2023 di Kabupaten Bangka Barat. Boro-boro mau membina atlet, antar pengurus dan Cabor saja konflik.

Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid pun tak tinggal diam. Melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Riza telah meminta agar dinas itu mencari jalan keluar dengan cara memediasi agar konflik internal di tubuh KONI Bangka Selatan itu segera selesai. Namun hingga kini belum ada ujung yang akan menjadi muara dari persoalan yang ada.

Suara Bahana mencoba menggali pemikiran Sofian, AP, pada Jumat (13/5/2022) pagi. Siapa tahu ada solusi jalan tengah yang dapat ditawarkan sehingga konflik dapat segera berakhir, yang ujung-ujungnya berimbas positif kepada prestasi olahraga di daerah itu.

Suara Bahana: Apa solusi jalan tengah yang bisa ditawarkan abang selaku mantan Ketua KONI Bangka Selatan?

Sofian, AP: Jadi gini, KONI itu kan seharusnya punya Dewan Penyantun, ada Dewan Kehormatan (DK). DK ini anggotanya adalah mantan Ketua KONI Bangka Selatan dan orang-orang yang perhatiannya sangat besar kepada olahraga, jadi ketiga itu adalah anggota DK diantaranya saya, Yong-yong, dan satu lagi yang ditunjuk itu Erwin Asmadi (anggota DK KONI Bangka Selatan sekarang) dan itu di SK kan oleh KONI Provinsi Bangka Belitung.

Akan tetapi yang menyusun kerangka kerjanya adalah para pengurus KONI yang sekarang ini. Maka kami tidak bisa masuk lebih dalam ke arah ketuanya. Namun Kalau Dewan Penyantun, mereka punya kewenangan dalam memberikan arah penggunaan anggaran sebagai kebijakkan yang akan ditetapkan oleh Ketua KONI.

Kewenangan mutlak dan absolute itu sebenarnya ada di Cabor-cabor sebagai anggota KONI. Tapi yang jelas kalau ada niat baik dari Akbar Alfaddjeri, sebagai ketua KONI sekarang, sedikit melunak dan memahami tentang “berorganisasi”, maka ini akan selesai. Namun kalau seperti sekarang ini tidak akan selesai, akhirnya ribut.

Suara Bahana: Niat baik maksudnya bang?

Sofian, AP: Jelas, ini bukan memimpin kelompok geng motor. Ini menyangkut prestasi olahraga daerah, menyangkut gengsi daerah, menyangkut atlet yang tersebar di beberapa cabor, menyangkut masa depan atlet itu sendiri. Coba beri penjelasan keadilan kepada para pengurus Cabor, jujur saja, heran saya dengan kondisi saat ini. Segeralah lakukan Rapat Kerja. Yakinlah, rumuskan disitu, berjanjilah kepada mereka untuk merubah kinerja dan segala kelemahan dengan baik. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya mengaturnya begitu. Jika hal itu juga tidak ada progresnya, ya sudah segeralah laksanakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).

Suara Bahana: Musorkablub itu kan 2/3 anggota Bang? Dengan kondisi saat ini apakah sudah bisa dilaksanakan Musorkablub ?

Sofian, AP: Kalau dari sisi jumlah, sudah 2/3. Kalau 50 persen + 1 itu kan sama dengan 2/3 sebenarnya. Hanya saja KONI Bangka Selatan ini dari sisi keanggotaannya, misalnya ada Cabor-cabor tertentu yang belum dimasukkan seperti Binaraga, itu kan sudah terbentuk dan sudah ada surat juga, alasan apa tidak dimasukkan, itu satu. Kemudian ada yang tadinya tidak masuk sekarang dimasukkan. Jadi bagaimana kejelasan anggota itu sendiri. Bagaimana SK terhadap jumlah anggota itu sendiri. Itu secara administrasi harus ditertibkan. Sehingga kita tahu berapa jumlah persis anggotanya sekarang. Sebenarnya, setiap mau memasukkan/mengeluarkan Cabor menjadi anggota KONI atau tidak lagi menjadi anggota KONI, maka wajib dirapatkan melalui rapat kerja, dan dituangkan dalam berita acara persetujuan cabor-cabor.

Misalnya olahraga volly kan sudah ada PBVSI, tapi ada yg bentuk baru dan mau menjadi anggota KONI misalnya PBVSI yang khusus main volly-nya pake tangan kiri…. (sambil tertawa, red) atau persatuan pencak silat lidah misalnya, itu harus diketahui dan disetujui oleh Cabor secara keseluruhan, bukan cuma pengurus saja, sehingga ada rasa keadilan untuk mengetahui berapa jumlah semua anggota KONI Bangka Selatan yang 2/3. Sekarang kan persepsinya berbeda berapa jumlah anggota KONI saat ini. Organisasi itu tidak sesederhana yang kita pikirkan apalagi ini sudah tingkat kabupaten.

Suara Bahana: Jadi baiknya seperti apa Bang?

Sofian, AP: Bagusnya tergantung Ketua saat ini. Yang penting tidak menganggap ini ke arah yang lain-lainnya, yakinlah akan selesai masalah saat ini. Tapi kalau tidak mau membuka diri untuk menyelesaikan ini secara bagus nanti yang kita khawatirkan adalah berbahayanya dari atlet. Atlet ini lama-lama akan merasa, jangankan untuk melindungi mereka, Cabor sendiripun tidak mendapat respon dari organisasi keolahragaan yang ada, mereka akan lari ke daerah-daerah lain, mewakili daerah-daerah lain nantinya, berlatih pun tidak, prestasi akan jatuh. Jadi hal ini jangan sampai terjadi hanya gara-gara tidak bergerak untuk menyelesaikannya secara baik.

Suara Bahana: menurut abang, peran Pemkab Bangka Selatan dalam KONI itu sendiri gimana Bang?

Sofian, AP: kalau peran Pemkab Bangka Selatan, dia pembina. Pembina dalam arti kata penyediaan fasilitas, karena nantinya akan menuju ke olahraga prestasi. Jika Prestasi olahraga daerah itu baik, maka yang menjadi hebat kan kepala daerahnya, sehingga dia harus mendukung betul pembinaan yang diserahkan kepada KONI. Tidak boleh dia membina sendiri dengan membentuk apa-apa sendiri, tidak ada itu. Serahkan olahraga prestasi itu kepada KONI dan KONI menyerahkannya kepada Cabor-cabor untuk membina atlet-atlet. Pembinaan yang dilakukan bukan teknis tapi lebih kepada organisasinya.

Suara Bahana: Bang, apakah Dana Hibah untuk KONI Bangka Selatan tahun 2022 ini, menurut Abang perlu ditahan sementara dulu penyalurannya?

Sofian, AP: yang untuk pembinaan atlet-atlet itu? buat apa ditahan? Tapi kalau disalurkan 😁 nanti salah guna juga bagaimana. Daripada rumit lebih baik pembinaan personal saja terhadap ketua KONI agar menyelesaikan masalah ini dengan baik, sehingga penyaluran dana yang juga uang rakyat itu bermanfaat, yang tolak ukurnya adalah berapa tinggi prestasi atlit daerah yang berbanding lurus dengan anggaran yang diberikan.

Suara Bahana: ada ‘suara sumbang’ yang menyeret-nyeret konflik internal KONI Bangka Selatan ini seolah-olah ke arah-arah politik, bahwa ini politik segala macam, menurut pandangan Bang Sofian seperti apa?

Sofian, AP: kalau semua dikait-kaitkan dengan politik terlepas politik apa itu, ya seperti itulah. Bagi takjil pakai politik, bagi ini pakai politik. Kalau kita ini tulus, tidak ada istilah semuanya dikaitkan dengan politik. Kita bisa memisahkan mana kepentingan politik mana ini, tapi kalau untuk mengkabur-kaburkan mereka sengaja, karena mereka tidak mampu menyelesaikannya.

Suara Bahana: jadi harus diambil garis tegas, bukan garis putus-putus bang?

Sofian, AP: masalah ini sudah dibilang sederhana. Buatkan agenda Rapat Kerja, rapat dulu pembentukan rapat kerja dengan pengurus KONI, tanggal berapa umumkan, undang mereka, undang seluruh pemantau, undang Dewan Kehormatan, undang juga Dewan Penyantun, semua, duduk kumpul. Kan tidak mungkin hari itu orang orang hadir langsung memecat Ketua KONI Bangka Selatan. Tentu semua yang hadir menginginkan agar dia bisa berbuat lebih baik lagi, apa yang diinginkan itu ditampung, mintalah waktu dua atau tiga bulan ke depan. Kalau nanti tidak juga terbenahi dengan baik, aku berjanji aku akan mundur, begitu saja. Kan tidak mungkin tidak bisa menyelesaikan sampai 2 sampai 3 bulan ke depan, kalau memang mau melunak sedikit. Dan tidak ada orang yang mau menjatuhkan. Untuk apa menjatuhkan Ketua KONI, berapa sih yang didapat dari Ketua KONI itu? Ketua KONI itu lambang perjuangan daerah. Namun kalau orang sudah tidak percaya lagi kepada kita sebagai pejuang, artinya kamu sebagai pecundang, larilah. Tidak ada orang yang mau merebut posisi Ketua KONI itu, mereka hanya ingin meminta keadilan saja kok.

Suara Bahana: satu pertanyaan lagi bang, menurut pandangan abang, apa langkah-langkah yang harus diambil KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?

Sofian, AP: Jadi, saya cuma memberi masukan dan saran agar KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanggapi isu yang berkembang seperti saat ini, mungkin mereka memang sudah melakukan itu. Namun aksinya harus lebih daripada apa yang telah mereka kerjakan sekarang. Sebagai yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Kepengurusan KONI baik ditingkat kabupaten ataupun kota tentu KONI Provinsi Bangka Belitung mempunyai hak mandataris supaya berbuat ataupun tidak berbuat terhadap sesuatu. Artinya harus bisa mengambil alih tindakan untuk penyelesaian di KONI Bangka Selatan.

DHARMA SUTOMO, SH, MH, Ketua KONI Provinsi Bangka Belitung periode 2014-2017 ikut memberi tanggapan terkait masalah yang ada di tubuh KONI Kabupaten Bangka Selatan. Pengacara yang akrab disapa Bang Momo, menjawab beberapa pertanyaan Suara Bahana terkait hal ini pada Jumat (13/5/2022) petang.

2b8df3cd581b824d0377c720e1ec570f2ceb4ae32b5b6671f5500adb2e00e402.0
Dharma Sutomo, SH, MH. Kredit foto: beritababel.com

Suara Bahana: terkait permasalahan yang ada di tubuh KONI Kabupaten Bangka Selatan saat ini, apa pandangan Bang Momo selaku mantan Ketua KONI Provinsi Bangka Belitung?

Dharma Sutomo: jadi begini. Kita kan berbicara tentang orang banyak, jadi kalau untuk orang banyak kita harus bersikap. Kalau KONI ini kan bicara masalah kepentingan atlet, jadi jangan kita biarkan terutama Cabor-cabor. Perlu diketahui bahwa KONI itu tidak punya atlet, itu yang selalu saya sampaikan kepada pengurus waktu saya menjabat. Yang punya atlet itu adalah di Cabor-cabornya. Berprestasi tidaknya olahraga ini ya di Cabor-cabor ini.

Jadi KONI ini sifatnya hanya memfasilitasi dalam artian gimana memperjuangkan dananya, jadi sifatnya hanya koordinator. Oleh karena itu, kalau ada pemilik suara (cabor, red) yang dulu mendukung, boleh dong menarik dukungan dengan alasan program tidak jalan dan lain sebagainya, dak usah aja presiden juga bisa kita menarik dukungannya, misalnya dia tidak sesuai dengan janji-janji dan program kerjanya. Tentunya pijakan kita adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Suara Bahana: bang, Mosi Tidak Percaya kan sudah disampaikan kepada KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?

Dharma Sutomo: saya terangkan sedikit, kebetulan ini kan ketua KONI Provinsi baru, jadi belum dilantik, SK-nya belum ada dari KONI Pusat, mungkin faktor itu yang menjadi penyebab keterlambatan proses Mosi Tidak Percaya itu. Artinya secara legal mereka kan belum mempunyai SK karena baru terpilih, kemungkinan itu penyebabnya.

Nanti jika telah keluar SK, struktur organisasi itu kan ada wakil ketua bidang organisasi karena ini masalah organisasi maka mereka tentu rapat, termasuk ada masalah Mosi Tidak Percaya itu gimana. Kalau orang sudah tidak percaya bagaimana, kemungkinan mereka akan memberhentikan dan menunjuk caratekernya. Menurut Anggaran Dasar, carateker bisa ditunjuk dari orang dalam KONI Kabupaten Bangka Selatan atau bisa dari provinsi. Nah, nanti carateker inilah yang akan melaksanakan Musorkablub. Cemana kalau sudah 2/3 cabor selaku anggota sudah tidak percaya lagi? Kan begitu logika hukumnya. .

Saya rasa ketua terpilih KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru pasti faham bahwa keberhasilan dia memimpin salah satunya adalah keberhasilan dalam memimpin daerah. Kalau daerah tidak maju, bisa gagal juga program dia. Kita ini bukan marah atau apa, kita ini cuma minta kalau bisa mencari pemimpin yang amanah.

Pada Jumat 13 Mei 2022 sore, Suara Bahana mengkonfirmasi Ketua KONI Bangka Selatan, Akbar Alfaddjeri untuk memberi ruang yang sama. Dalam sambungan telefon, Akbar menjelaskan akan segera menggelar Konferensi Pers dalam waktu dekat terkait masalah yang ada di KONI Kabupaten Bangka Selatan.

“Aog (iya, akan menggelar Konferensi Pers, red),” ujar Akbar Alfaddjeri singkat saat dikonfirmasi kembali terkait Konferensi Pers itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.