TP PKK Basel Rakor 2025 Tetapkan Prioritas Pembinaan
Ringkasan Berita:
- TP PKK Bangka Selatan menggelar Rakor 2025 untuk menyelaraskan program kerja dan menetapkan lokus prioritas pembinaan sesuai 10 program pokok PKK.
- Ketua TP PKK, Ny. Elizia Riza Herdavid, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pengurus dalam penataan administrasi, penguatan Dasawisma, hingga peningkatan kesehatan keluarga.
- Rakor juga membahas pemanfaatan pekarangan, penanganan stunting, peningkatan Posyandu, serta penyediaan data valid kecamatan sebagai dasar perencanaan program tahun berjalan dan berikutnya.
SUARABAHANA.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK se-Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2025 di Gedung Serbaguna Junjung Besaoh pada Jumat (3/10/2025).
Rakor ini mengusung tema “Bergerak bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kerja sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan pada triwulan berjalan.

Ketua TP PKK Bangka Selatan, Ny. Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakor tersebut merupakan momentum penting untuk menentukan lokus prioritas pembinaan yang akan menjadi dasar pelaksanaan 10 program pokok PKK. Ia menyebut bahwa seluruh sekretariat, Pokja 1 hingga Pokja 4, perlu bergerak serempak agar setiap program dapat dijalankan secara terarah dan terukur.
Ny. Elizia menjelaskan bahwa hasil Rakor diharapkan menghasilkan keputusan terkait penataan administrasi, kelengkapan data, serta dokumentasi kegiatan melalui pembinaan tertib administrasi PKK. Salah satu fokus utama adalah mengaktifkan kembali Dasawisma di tingkat desa dan kelurahan sebagai garda terdepan gerakan PKK. Selain itu, pengembangan kegiatan PAAR di era digital, pelatihan keterampilan perempuan, serta penguatan usaha peningkatan pendapatan keluarga melalui UP2K dan Gelari Pelangi menjadi agenda prioritas.
Di bidang ketahanan keluarga, TP PKK menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan melalui program Hatinya PKK untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi perhatian utama dengan dorongan pelaksanaan IVA Test, peningkatan Posyandu 6 SPM, layanan kesehatan ibu dan anak, serta upaya penanganan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh (Genting). Program ini diharapkan memperkuat intervensi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Bangka Selatan.
Lebih jauh, Rakor juga membahas kesiapan TP PKK Kabupaten dalam menghadapi penilaian program PKK di tingkat provinsi maupun nasional. Menurut Ny. Elizia, setiap persiapan membutuhkan data valid dari kecamatan untuk menentukan lokus pembinaan yang tepat, efektif, dan sesuai sasaran. Ia berharap pengurus kecamatan dapat memberikan data yang akurat sehingga perencanaan kegiatan dapat disusun lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara TP PKK Kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan menjadi unsur kunci keberhasilan seluruh program. Kolaborasi antarkader dan pengurus menurutnya bukan hanya formalitas, melainkan kebutuhan agar setiap program dapat berjalan nyata dan menyentuh masyarakat secara langsung. Tanpa kerja bersama, lanjutnya, berbagai program unggulan PKK tidak akan mampu memberikan dampak maksimal sebagaimana yang diharapkan.
Ny. Elizia juga menyampaikan bahwa Rakor ini menjadi ruang penting bagi para kader untuk memperkuat koordinasi, berdiskusi mengenai tantangan lapangan, serta merumuskan solusi bersama. Di tengah perkembangan dinamika sosial, seluruh kader diharapkan mampu beradaptasi dengan pendekatan baru yang lebih efektif, khususnya dalam hal digitalisasi program, penataan administrasi, dan pemberdayaan perempuan.
Dengan terselenggaranya Rakor 2025 ini, TP PKK Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemberdayaan keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, peningkatan kualitas kesehatan, serta pembangunan karakter generasi muda. Langkah penyelarasan program dan penetapan lokus ini diharapkan menjadi dasar yang kuat dalam mewujudkan Asta Cita dan mendukung visi Indonesia Emas.








