Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMSI membangun Museum Media Siber Indonesia di Banten. Ia menilai peletakan batu pertama ini sebagai simbol pembangunan peradaban sejarah dan budaya di Provinsi Banten.

“Peletakan batu pertama museum ini menjadi simbol bahwa peradaban sejarah dan budaya akan dibangun di Provinsi Banten oleh SMSI,” kata Dimyati. Ia menambahkan, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai media edukasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Dimyati menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa agar generasi mendatang tidak melupakan sejarah. “Jas merah, jangan sampai melupakan sejarah, intinya itu,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan museum ini akan menjadi tonggak sejarah peradaban budaya, khususnya dalam konteks pers dan media di Indonesia.

Lebih lanjut, Dimyati berharap Museum Media Siber Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi pelajar dan generasi muda. Di museum ini nantinya akan ditampilkan berbagai koleksi sejarah, mulai dari sejarah purbakala, sejarah bangsa dan negara, hingga perjalanan pers dan media siber di Indonesia.

“Di museum ini nantinya juga akan ditampilkan berbagai alat cetak, alat tulis, dan perlengkapan jurnalistik lainnya yang biasa digunakan oleh media, termasuk media daring,” pungkasnya.

Dengan dibangunnya Museum Media Siber Indonesia, SMSI menegaskan komitmennya dalam menjaga sejarah pers sekaligus menyiapkan masa depan jurnalisme digital yang beretika, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. Momentum HPN 2026 ini pun menjadi penanda penting bahwa pers tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga memori dan peradaban bangsa.