Pemkot Pangkalpinang Perkuat Sistem Kesehatan, Fokus Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria
Meski demikian, Dessy mengakui bahwa tantangan di sektor kesehatan masih cukup besar. Salah satunya adalah tren peningkatan kasus penyakit ATM yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menuntut adanya langkah-langkah strategis yang lebih intensif dan kolaboratif.
“Setiap tahun tren penyakit ATM ini terus meningkat. Jika kita tidak peduli, maka akan berdampak pada generasi mendatang. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit ini,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program kesehatan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit menular tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
Program RSSH sendiri dirancang untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan di tingkat daerah. Program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup penguatan sistem layanan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta optimalisasi deteksi dini penyakit.
Sejalan dengan visi pembangunan Kota Pangkalpinang 2024-2026, Pemkot terus mendorong integrasi program kesehatan dengan sektor lain, termasuk pendidikan dan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkot Pangkalpinang optimistis mampu menekan angka penyakit menular serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi dengan ADINKES dan berbagai pihak terkait diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh di masa depan.


