Sambut Hari Raya Kurban, Tim BAHER Gelar Kajian Keagamaan dan Doa Bersama
SUARABAHANA.COM — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Tim BAHER mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi melalui kegiatan kajian Islam dan doa bersama yang digelar pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan bermasyarakat. Sejumlah anggota Tim BAHER dan masyarakat tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh khusyuk.
Momentum menjelang Idul Adha dimanfaatkan untuk mengingat kembali nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, serta pentingnya menjaga solidaritas sosial sebagai bagian dari ajaran Islam yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim BAHER, Hayi, mengatakan bahwa semangat Idul Adha tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga melalui upaya membangun kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kegiatan kajian dan doa bersama menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat agar terus menjaga nilai kebersamaan dan saling membantu dalam berbagai kondisi.
“Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kami dari Tim BAHER mengadakan kegiatan kajian dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” kata Hayi.
Ia menuturkan, nilai pengorbanan yang terkandung dalam peristiwa Idul Adha harus mampu diterjemahkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga melalui sikap saling mendukung, membantu, dan menjaga persaudaraan.
Menurutnya, tantangan kehidupan yang semakin kompleks menuntut masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong agar tercipta lingkungan yang harmonis serta memiliki daya tahan sosial yang baik.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang arti keikhlasan, pengorbanan, serta pentingnya berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat terus terjaga,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak merenungkan makna ibadah kurban sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kajian yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan spiritual dengan Tuhan dan hubungan sosial dengan sesama manusia.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang hadir karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan penguatan nilai-nilai kebersamaan dan empati sosial.
Hayi berharap rangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan menjelang Idul Adha dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bangka Selatan. Ia menilai, kegiatan yang menanamkan nilai spiritual sekaligus sosial perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar semangat persaudaraan dan kepedulian tetap tumbuh di tengah masyarakat.










