Kampanye Antikorupsi Kejari Bangka Selatan Sapa Pengendara di Simpang Nanas Toboali
- Kejari Bangka Selatan melalui Seksi Intelijen menggelar kampanye antikorupsi di kawasan Simpang Nanas, Toboali, Selasa (29/9/2026) sore, dengan turun langsung menyapa pengguna jalan untuk menanamkan kesadaran antikorupsi.
- Petugas membagikan kaos, tumbler, dan stiker bertuliskan “Hasil Korupsi Bukan Rezeki”, serta membentangkan spanduk ajakan tolak korupsi bersama warga. Sejumlah pengendara berhenti menerima cinderamata dan menyimak pesan petugas.
- Kasi Intel Primayuda Yutama, SH menegaskan kampanye ini adalah langkah preventif dan bagian dari edukasi antirasuah berkelanjutan. Kegiatan serupa sebelumnya digelar di sejumlah titik di Toboali, dirangkaikan bakti sosial penyaluran air bersih.
SUARABAHANA.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan turun ke jalan menggelar kampanye antikorupsi di kawasan Simpang Nanas, Toboali, Selasa (29/9/2026) sore. Petugas mengajak pengguna jalan menolak korupsi lewat pesan “Hasil Korupsi Bukan Rezeki”.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyentuh langsung masyarakat dengan cara yang bersahabat dan mudah diterima. Pesan yang kami bawa tegas, bahwa korupsi merusak tatanan bangsa dan hasil korupsi bukanlah rezeki,” ujar Kasi Intel Kejari Bangka Selatan, Primayuda Yutama, SH.
“Kita ingin semangat kejujuran dan tolak korupsi mengakar kuat di Toboali,” lanjutnya. Kegiatan yang digelar jajaran Seksi Intelijen itu, menurut Primayuda, merupakan langkah preventif untuk menanamkan kesadaran antikorupsi di tengah masyarakat.
Kampanye Antikorupsi Turun Langsung ke Jalan
Turun langsung ke jalan, petugas menyampaikan pesan antikorupsi kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Pengendara sepeda motor hingga pengemudi mobil diajak memahami pentingnya membangun budaya jujur serta menolak segala bentuk praktik korupsi.
Sosialisasi dikemas secara humanis. Petugas membagikan cinderamata edukatif berupa kaos, tumbler, dan stiker bertuliskan “Hasil Korupsi Bukan Rezeki.” Antusiasme terlihat dari sejumlah pengendara yang berhenti sejenak untuk menerima cinderamata dan menyimak pesan petugas.
Pesan “Hasil Korupsi Bukan Rezeki” menjadi salah satu materi utama kampanye. Melalui kegiatan itu, warga diingatkan bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial dan merugikan kepentingan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kejari Basel bersama masyarakat turut membentangkan spanduk bertuliskan “Katakan Tidak pada Korupsi; Tolak Korupsi, Dukung Kebijakan Antikorupsi untuk Masa Depan yang Lebih Baik.”
Edukasi Antikorupsi Berkelanjutan di Toboali
Kajari Bangka Selatan Dr. Asep Kurniawan Cakraputra, melalui Primayuda, menyampaikan bahwa perang melawan korupsi bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum. Kampanye serupa, kata Primayuda, sebelumnya juga digelar di sejumlah titik di Kecamatan Toboali.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan bakti sosial berupa penyaluran air bersih bagi warga yang membutuhkan. Kejari Bangka Selatan, tegas Primayuda, akan terus memperkuat edukasi antirasuah secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.
“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Karena itu, edukasi antikorupsi harus terus hadir dan menyentuh masyarakat,” pungkasnya.










