Intisari Berita:

  • Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong tenaga fungsional meningkatkan kinerja melalui sistem angka kredit. Penilaian berbasis aktivitas kerja menjadi dasar utama pengembangan karier ASN ke depan.
  • Wali Kota Pangkalpinang menekankan pentingnya sikap proaktif, komunikasi intensif, serta percepatan kinerja pada 2026. Tenaga fungsional diminta tidak menunggu arahan dalam menjalankan tugas.
  • Akurasi data, dokumentasi kerja, dan pemahaman aturan jabatan fungsional menjadi fokus sosialisasi. Hal ini penting untuk mendukung evaluasi kinerja serta proses kenaikan pangkat ASN.

SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus mendorong peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya tenaga fungsional, melalui penerapan sistem berbasis angka kredit yang terukur dan akuntabel. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dalam kegiatan sosialisasi jabatan fungsional yang digelar di Ruang OR, Kamis (2/4).

Dalam arahannya, Saparudin menyampaikan bahwa setiap aktivitas tenaga fungsional kini memiliki nilai atau bobot tertentu yang menjadi dasar dalam pengembangan karier. Sistem angka kredit tersebut mencakup berbagai kegiatan profesional, seperti membimbing, mengajar, melakukan penelitian, hingga menulis karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal maupun forum konferensi.

Menurutnya, sistem ini dirancang untuk menciptakan pola kerja yang lebih terstruktur dan produktif, sekaligus memastikan setiap kontribusi tenaga fungsional dapat diukur secara objektif. Dengan demikian, proses kenaikan jabatan dan pengembangan karier dapat berjalan lebih transparan dan adil.

IMG 20260404 WA0010

“Semua kegiatan itu ada nilainya. Dari membimbing sampai menulis paper, semuanya dihitung sebagai bagian dari penilaian untuk kenaikan jabatan,” ujar Saparudin di hadapan peserta sosialisasi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan percepatan atau akselerasi kinerja. Dalam konteks ini, tenaga fungsional diminta untuk mengubah pola kerja menjadi lebih aktif dan mandiri, tanpa harus menunggu arahan dari atasan.

Ia menegaskan bahwa sikap proaktif menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika birokrasi modern. Selain itu, komunikasi yang intensif dengan instansi pembina juga dinilai penting guna mempercepat proses validasi kinerja serta mendukung pengembangan karier yang berkelanjutan.

“Jangan menunggu. Harus proaktif, jalin komunikasi intensif agar proses validasi dan pengembangan karier bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.