Dermaga Tanjung Gading dan Penutuk Terancam Tak Selesai Tepat Waktu
Toboali – Sejumlah proyek dermaga di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang sedang dikerjakan oleh kontraktor terancam tidak selesai tepat waktu. Jika hal ini terjadi masyarakat pengguna yang sangat membutuhkan sarana dan prasarana itu akan dirugikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perhubungan (PUPRHub) Kabupaten Bangka Selatan, Achmad Ansyori, SH, M.Si kepada Suara Bahana mengatakan proyek yang terancam tidak selesai tepat waktu diantaranya pembangunan Dermaga Tanjung Gading dan Dermaga Penutuk.
“Saat ini belum habis kontraknya, rata rata habisnya tanggal 27 Desember 2021. Kemungkinan yang tidak selesai tepat waktu adalah proyek Dermaga Tanjung Gading dan Dermaga Penutuk,” kata Ansyori di Toboali, Jumat (24/12/2021) pagi.
Ketika ditanya wartawan langkah apa yang akan diambil pihak Dinas PUPRHub Basel jika proyek tidak selesai tepat waktu, Ansyori mengatakan bahwa hal itu bisa berakibat putusnya kontrak. Jikapun kontrak diperpanjang, maka akan dikenakan denda maksimal.
“Putus kontrak atau perpanjangan dengan denda maksimal. Nanti PPK yang akan menilai mana yang akan diambil,” kata dia.
Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, ST, M.Tr.IP ketika ditemui di ruang kerjanya pada Rabu 22 Desember 2021 meminta para kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Jika tidak, para kontraktor pasti mengetahui resiko yang akan ditanggung.
Menurut Bupati, pihaknya sudah memanggil kontraktor, Inspektorat Daerah dan Tim Terkait. Kepada mereka, Riza sudah menyampaikan jika memang tidak memungkinkan akan segera diputus kontraknya.
“Kita sudah panggil kontraktornya, Inspektorat dan tim terkait. Kalau memang tidak memungkinkan saya minta untuk segera memutus kontraknya,” ujar Riza kepada sejumlah wartawan.
Disampaikan Riza Herdavid, pada prinsipnya rakyat sangat membutuhkan sarana tersebut terutama yang dermaga-dermaga dan menjadi beban permasalahannya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan pada Tahun 2021 menganggarkan dana Rp 32 Miliar untuk merehabilitasi dan membangun dermaga.
Informasi yang berhasil dihimpun, terdapat lima titik proyek pengerjaan rehabilitasi dermaga yang dianggarkan pada Tahun 2021 yakni rehab fasilitas darat Pelabuhan Sadai dan Dermaga Ponton di Pelabuhan Sadai.
Selain itu pembangunan Dermaga Rakyat di Kecamatan Kepulauan Pongok, Dermaga Rakyat di Penutuk Kecamatan Lepar Pongok, dan Dermaga Beton / Plengsengan di Tanjung Gading Kecamatan Lepar Pongok.
Sementara kontrak pengerjaan fasilitas darat di Pelabuhan Sadai senilai Rp 1,2 miliar, Dermaga Ponton Rp 3,9 miliar, Dermaga rakyat di Pongok kurang lebih Rp 2,799 miliar. Untuk dermaga rakyat dan dermaga plengsengan tanjung gading di Lepar Pongok total anggaran mencapai Rp 23 Miliar.










