Pemkab Bangka Selatan Luncurkan Koperasi Merah Putih
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bangka Selatan mengikuti peluncuran nasional kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dibuka Presiden Prabowo secara virtual sebagai penguatan ekonomi kerakyatan.
- Bangka Selatan menjadi salah satu daerah tercepat membentuk Koperasi Merah Putih, dinilai berpotensi mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi.
- Peluncuran di Basel dihadiri Wabup Debby, Forkopimda, OPD hingga kepala desa, menandai komitmen daerah dalam implementasi ekonomi gotong royong berbasis koperasi.
SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) resmi mengikuti peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang digelar serentak secara nasional pada Senin (21/7/2025). Momentum ini berlangsung di Lantai 2 Hall Kantor Bupati Bangka Selatan dan terhubung virtual dengan peluncuran utama yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Agenda berskala nasional tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Koperasi Nasional ke-78 tahun 2025 dan menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat perekonomian kerakyatan berbasis desa. Total 80.000 kelembagaan koperasi diluncurkan serentak mencakup seluruh desa dan kelurahan yang berada di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Koperasi Merah Putih dirancang menjadi fondasi baru penguatan ekonomi akar rumput melalui tata kelola kelembagaan ekonomi kolektif berbasis desa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Bangka Selatan, Deka Indra, S.E., menyampaikan bahwa peluncuran Koperasi Merah Putih menjadi tonggak penting bagi pembangunan ekonomi desa. Menurutnya, arah kebijakan koperasi nasional kembali diarahkan pada fungsi utamanya sebagai rumah ekonomi rakyat. “Kita saksikan bersama bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, telah melakukan peluncuran 80 ribu lebih Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Deka menegaskan, keberadaan Koperasi Merah Putih di tingkat desa diharapkan mampu menjadi instrumen pelayanan ekonomi yang lebih dekat dan tepat sasaran untuk masyarakat. Ia menyebut, pemerintah daerah siap mendukung implementasi kelembagaan ini agar berdampak nyata terhadap penguatan ekonomi lokal. “Jadi memang harapannya, Koperasi Merah Putih ini bisa melayani masyarakat di desa-desa. Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan mengharapkan Koperasi Merah Putih ini dapat dijalankan sebaik mungkin,” lanjutnya.
Selain itu, Bangka Selatan turut membukukan prestasi tersendiri. Pemkab Basel dinyatakan sebagai daerah tercepat kedua dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat nasional. Capaian ini mencerminkan kesiapan kelembagaan lokal serta antusiasme desa-desa di Bangka Selatan dalam menyambut arah kebijakan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. “Terlebih karena kita telah mendapatkan penghargaan sebagai daerah tercepat ke-2 dalam pembentukan Koperasi Merah Putih. Harapannya, khususnya di Bangka Selatan, koperasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan desa,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah kepala desa dari berbagai kecamatan, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bangka Selatan. Partisipasi lintas pemangku kepentingan tersebut mempertegas bahwa program Koperasi Merah Putih tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan bagian dari tahapan implementasi kebijakan ekonomi desa yang strategis.
Kata kunci utama program ini adalah penguatan ekonomi desa lewat koperasi. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menempatkan pergerakan koperasi sebagai instrumen pembuka ruang partisipasi masyarakat dalam ekonomi modern. Penguatan tata kelola, digitalisasi transaksi, efisiensi distribusi komoditas, hingga peluang agregasi usaha berbasis desa menjadi target jangka menengah dalam optimalisasi Koperasi Merah Putih.
Dengan peluncuran nasional ini, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan koperasi yang telah terbentuk dapat beroperasi efektif, transparan, dan dikelola profesional. Pelatihan, pendampingan, dan standar tata kelola akan menjadi unsur kunci agar koperasi tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi pemulihan dan peningkatan kesejahteraan desa di Bangka Selatan. Program ini sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang menjadi fokus utama pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.








