Wabup Hadiri Praktik Membaca Nyaring Tantangan 7 Hari Perpusnas RI
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Bangka Selatan menghadiri Praktik Membaca Nyaring Tantangan 7 Hari Perpustakaan Nasional RI di Perpusda Basel untuk meningkatkan minat baca sejak usia dini.
- Peserta dari KB Qarina dan PAUD Amanah terlibat aktif dalam sesi membaca nyaring setiap hari, melibatkan satu kelas per hari, berlangsung 22–25 Juli 2025.
- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendukung penuh kegiatan literasi yang menghidupkan fungsi Perpusda sebagai pusat pengembangan budaya membaca masyarakat dan generasi muda daerah.
SUARABAHANA.COM – Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, S.E., M.M., menghadiri langsung kegiatan Praktik Membaca Nyaring dalam Tantangan 7 Hari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), yang digelar di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan pada Selasa (22/7/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Membaca yang difokuskan untuk mendorong budaya membaca masyarakat dengan metode membaca nyaring atau read aloud.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari Kelompok Bermain (KB) Qarina Toboali dan PAUD Amanah SKB. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Senin, 22 Juli hingga Jumat, 25 Juli 2025. Dalam pelaksanaan teknis, setiap hari terdapat satu kelas yang dijadwalkan untuk praktik membaca nyaring langsung di ruang belajar Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Debby menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Daerah dan para pendidik yang telah mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan nasional peningkatan literasi. Ia menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat buku, tetapi juga ruang belajar terbuka yang harus dihidupkan sebagai pusat literasi masyarakat.
Dalam sambutannya, ia secara tegas meminta Perpusda tetap konsisten membuka ruang bagi anak-anak dari semua jenjang sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.
Debby mengungkapkan dukungan penuh Pemkab Bangka Selatan terhadap program yang mampu menggerakkan budaya membaca sejak usia dini. Menurutnya, pengembangan minat baca tidak dapat hanya dipikul oleh sekolah, melainkan harus dibangun secara bersama-sama melibatkan orang tua, guru, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Kegiatan praktik membaca nyaring menjadi salah satu metode efektif dalam mendekatkan anak-anak kepada buku. Metode ini dirancang untuk membuat proses membaca terasa menyenangkan, interaktif, seru, dan mudah dipahami anak, sehingga dapat meningkatkan pengalaman literasi yang lebih menarik dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
Literasi dinilai menjadi pondasi penting dalam upaya pemerintah daerah menyiapkan SDM Bangka Selatan yang unggul di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum dalam memperkenalkan lebih dekat koleksi buku dan fasilitas Perpustakaan Daerah kepada anak-anak sejak usia prasekolah.
Pemkab Bangka Selatan menilai bahwa masa depan pembangunan daerah, terutama dalam era transformasi digital, membutuhkan anak-anak yang terbiasa membaca dan berpikir kritis. Oleh sebab itu, Wabup menegaskan bahwa program sejenis perlu diperluas melibatkan lebih banyak sekolah dan lembaga pendidikan.
Dengan pelaksanaan Tantangan 7 Hari Membaca Nyaring ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap gerakan literasi mengarah pada tujuan keberlanjutan, tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Perpustakaan daerah didorong menjadi ruang hidup bagi anak-anak, pusat kegiatan membaca yang ramah anak, sekaligus pusat pelatihan literasi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi penguatan budaya literasi sebagai salah satu kata kunci utama pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bangka Selatan. Pemerintah daerah menargetkan bahwa budaya membaca menjadi kebiasaan yang tumbuh alami, bukan sekadar seremonial sesaat. Dengan kolaborasi berkelanjutan, literasi diharapkan menjadi karakter masyarakat Bangka Selatan yang modern dan berdaya saing.








