Pemkab Bangka Selatan Gelar Gerakan Posyandu Aktif 2025 di Desa Kaposang
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Gerakan Posyandu Aktif di Desa Kaposang untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan dasar masyarakat, Senin (11/8/2025).
- Kepala DKPPKB dr. Agus Pranawa menyebut kegiatan ini berfokus pada pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu, serta percepatan penurunan angka stunting.
- Program ini menjadi langkah strategis memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan kesehatan di tingkat desa.
SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menggelar kegiatan Gerakan Posyandu Aktif Tahun 2025 di Halaman Kantor Desa Kaposang, Kecamatan Toboali, Senin (11/8/2025). Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh tenaga kesehatan, kader posyandu, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Kepala DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.

Menurutnya, posyandu memiliki peran vital dalam memantau tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mendukung pencegahan stunting di wilayah Bangka Selatan. “Melalui Gerakan Posyandu Aktif, kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat dalam meningkatkan kesehatan keluarga. Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tapi juga pusat edukasi kesehatan yang harus aktif dan mandiri,” ujar dr. Agus.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Karena itu, DKPPKB mendorong kader posyandu dan masyarakat untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan posyandu, termasuk dalam memberikan edukasi gizi dan pencegahan penyakit.
Lebih lanjut, dr. Agus menyebut Gerakan Posyandu Aktif menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu mendukung target program nasional percepatan penurunan angka stunting yang menjadi fokus pemerintah pusat. “Gerakan Posyandu Aktif ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat serta mendukung pencapaian target penurunan stunting secara berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menjadi wadah partisipasi warga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa. Posyandu berfungsi sebagai mitra pemerintah desa dalam memberikan pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan, gizi, dan keluarga berencana.
Melalui gerakan ini, DKPPKB Bangka Selatan berupaya menghidupkan kembali fungsi posyandu agar benar-benar aktif dalam pelayanan masyarakat. Sejumlah kegiatan edukatif dan pemeriksaan kesehatan turut dilakukan dalam acara tersebut, antara lain penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, imunisasi, konsultasi gizi, dan pemeriksaan ibu hamil.
Selain itu, pemerintah desa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya mendukung operasional posyandu melalui alokasi dana desa dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan rutin. “Kami menginginkan setiap desa di Bangka Selatan memiliki Posyandu yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan. Ini penting agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan tanpa harus ke puskesmas,” tambah dr. Agus.
Gerakan Posyandu Aktif juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan posyandu di seluruh Bangka Selatan. Dengan peningkatan kualitas pelayanan, posyandu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini masalah gizi dan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam bidang kesehatan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga Desa Kaposang yang hadir. Mereka menyambut baik langkah pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat. “Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena bisa langsung mendapatkan layanan dan edukasi kesehatan,” ujar salah seorang warga.
Dengan pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif, sejalan dengan visi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.








