Pemkab Basel Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bangka Selatan bersama Kejaksaan dan Gapoktan Terap Berjaya menggelar panen raya 70 hektare sawah di Desa Bukit Terap dengan hasil 3,5 ton gabah.
- Gubernur Hidayat Arsani mengapresiasi kerja keras petani serta berharap produksi meningkat hingga 4 ton untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian harga beras.
- Kajati Babel menegaskan pendampingan hukum bagi petani, sementara Bupati Riza Herdavid berkomitmen memperkuat program dan fasilitas demi kesejahteraan petani daerah.
SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Panen Raya Padi Sawah di Persawahan Lisum Sejahtera Desa Bukit Terap, Kecamatan Tukak Sadai, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini melibatkan Kejaksaan Negeri Bangka Selatan dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Terap Berjaya sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Petani Sahabat Adhyaksa. Panen raya tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memacu produktivitas petani di daerah.

Pada panen kali ini, lahan seluas 70 hektare di kawasan Lisum Sejahtera berhasil menghasilkan sekitar 3,5 ton gabah. Capaian tersebut dinilai sebagai wujud kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para petani dalam meningkatkan produksi pangan daerah. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E., bersama istri, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Sila Haholongan, Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., Wakil Bupati Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., serta unsur Forkopimda Bangka Selatan. Hadir pula Pj. Sekda, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Kepala BRMP, para asisten, kepala OPD, camat, serta Kades Bukit Terap dan Ketua Gapoktan Terap Berjaya.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kerja keras para petani yang terus berupaya menjaga ketahanan pangan daerah. Ia menegaskan bahwa capaian panen bukan hanya soal jumlah, tetapi juga mentalitas dan keteguhan petani dalam mengelola lahan secara konsisten. “Hari ini kita memanen 70 hektare sawah dengan perkiraan hasil 3,5 ton. Kita wajib bersyukur. Bukan semata soal jumlah, tapi semangat petani yang menjaga ketahanan pangan. Ke depan, semoga hasil panen bisa meningkat hingga 4 ton atau lebih agar kesejahteraan petani makin baik,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya panen raya dalam menjaga stabilitas harga beras dan komoditas pangan lainnya. Menurutnya, ketersediaan produksi lokal yang memadai mampu menekan gejolak harga sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
Sementara itu, Kajati Babel Sila Haholongan menegaskan komitmen kejaksaan dalam mendampingi sektor pertanian, termasuk memastikan penyaluran pupuk, alat pertanian, dan bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan. Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan kejaksaan terhadap Asta Cita Presiden mengenai penguatan ketahanan pangan nasional. “Keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh lahan dan benih, tetapi juga kepastian hukum dalam distribusi pupuk, alat, hingga penyaluran bantuan. Bila ada kendala, petani dapat menyampaikan langsung kepada kejaksaan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid memberikan apresiasi khusus kepada para petani Desa Bukit Terap yang dinilai mampu mengoptimalkan lahan dan memaksimalkan hasil panen. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menyalurkan dukungan melalui penyediaan sarana prasarana, program peningkatan kapasitas, hingga pendampingan intensif dari penyuluh pertanian. “Kami sangat bangga dan bersyukur. Panen raya ini menunjukkan bahwa masyarakat Bangka Selatan punya tekad kuat menjaga ketahanan pangan. Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung dengan program, sarana, dan pendampingan agar petani semakin sejahtera,” ujarnya.
Panen Raya Padi Sawah di Desa Bukit Terap menegaskan komitmen Pemkab Bangka Selatan dalam mencapai swasembada pangan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan petani. Melalui kolaborasi berkelanjutan, produksi pangan daerah diharapkan terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi Bangka Selatan.


