Wabup Bangka Selatan Serahkan Bantuan ATENSI
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Bangka Selatan menyerahkan bantuan ATENSI Kemensos RI kepada 50 penyandang disabilitas dan lansia di dua kelurahan, memastikan bantuan tepat sasaran dan bermanfaat.
- Wabup Debby meninjau langsung kondisi penyandang disabilitas, menginstruksikan RSUD Bangka Selatan melakukan jemput bola untuk pelayanan kesehatan bagi anak disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.
- Kemensos RI melalui Poltekesos Bandung menyampaikan rencana pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan, bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan penerima manfaat secara berkelanjutan.
SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali memperkuat jaring perlindungan sosial melalui penyerahan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Tahun 2025. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., kepada penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) di Kelurahan Teladan dan Kelurahan Tanjung Ketapang, Kamis (6/11/2025).

Sebanyak 50 warga kategori rentan menerima paket bantuan ATENSI berupa sembako lengkap, nutrisi tambahan, dan alat kebersihan. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi perwakilan Kemensos RI melalui Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat Poltekesos Bandung, Drs. Suradi, M.Si., yang sebelumnya telah melakukan pendataan langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Debby menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi landasan penting dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, terutama penyandang disabilitas dan lansia.
Wabup Debby menuturkan bahwa kondisi sebagian penerima bantuan, khususnya anak-anak penyandang disabilitas, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Ia menekankan perlunya langkah cepat dan responsif agar layanan kesehatan dapat menjangkau mereka yang sulit mengakses fasilitas umum. Menindaklanjuti temuan di lapangan, ia langsung berkoordinasi dengan RSUD Bangka Selatan untuk menurunkan tim medis secara jemput bola.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh sekadar menunggu laporan masyarakat, tetapi harus proaktif memastikan pelayanan kesehatan dan sosial menjangkau seluruh warga. Arahan ini diberikan untuk menjawab kebutuhan mendesak salah satu anak disabilitas yang ditemui selama penyaluran bantuan.
Selain memperkuat aspek perlindungan sosial, Wabup Debby juga berharap bantuan ATENSI yang diterima dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah harus terus hadir untuk memberikan semangat bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat Poltekesos Bandung, Drs. Suradi, M.Si., menjelaskan bahwa program ATENSI tidak hanya berhenti pada bantuan perlindungan sosial. Kemensos RI saat ini tengah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Fokus program tersebut diarahkan kepada kelompok rentan, termasuk ibu-ibu yang berpotensi mengembangkan usaha rumahan.
Menurut Suradi, pemberdayaan ekonomi menjadi langkah strategis untuk menciptakan kemandirian bagi para penerima bantuan. Dengan demikian, kelompok rentan tidak hanya mendapatkan dukungan sementara, tetapi juga peluang untuk meningkatkan pendapatan secara mandiri melalui berbagai kegiatan wirausaha.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola bantuan dari sekadar konsumtif menjadi produktif. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Kemensos RI, dan lembaga pendidikan sosial seperti Poltekesos Bandung, program ATENSI di Bangka Selatan ditargetkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Program ATENSI 2025 di Bangka Selatan menjadi bukti nyata bahwa keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan terus diperkuat melalui layanan yang responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Pemerintah berharap langkah ini dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat ketahanan sosial di tingkat daerah.


