SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar kegiatan bertajuk “Teladan Pemimpin dan Pengusaha Berzakat” sebagai langkah strategis meningkatkan kepedulian sosial serta optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gunung Namak, Kantor Bupati Bangka Selatan, Selasa (17/3/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, khususnya pemimpin dan pelaku usaha. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen ekonomi umat yang mampu berkontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan secara inklusif, terukur, dan berkelanjutan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, yang mewakili Bupati, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan dunia usaha menjadi kunci dalam optimalisasi pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif para pemimpin dan pelaku usaha akan mempercepat pencapaian target penghimpunan zakat daerah. “Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi contoh nyata dan mendorong kesadaran kolektif dalam menunaikan kewajiban zakat secara teratur dan profesional,” ujarnya. Menurutnya, pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel akan meningkatkan kepercayaan publik serta memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai sektor kehidupan sosial ekonomi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Baznas Kabupaten Bangka Selatan, serta sejumlah perusahaan dari sektor perkebunan, perikanan, energi, perhotelan, dan layanan kesehatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas penghimpunan serta distribusi zakat. Selain itu, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan tata kelola zakat yang modern, transparan, dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat, khususnya kelompok mustahik di wilayah Bangka Selatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong partisipasi langsung para undangan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Penyaluran dilakukan baik secara langsung maupun melalui fasilitas digital berupa Barcode dan QRIS yang disediakan Baznas. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi layanan untuk mempermudah masyarakat dalam berzakat secara praktis. Digitalisasi pembayaran dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Selain itu, sistem ini memperluas akses masyarakat untuk berkontribusi, sehingga potensi zakat dapat digali secara maksimal guna mendukung program sosial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Momentum kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya zakat. Zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban individu, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang memiliki dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya partisipasi lintas sektor, potensi zakat di Bangka Selatan diyakini dapat dioptimalkan. Fokus tidak hanya pada peningkatan jumlah penghimpunan, tetapi juga pada efektivitas penyaluran. Hal ini mencakup program bantuan ekonomi, pendidikan, serta perlindungan sosial yang menyasar kelompok rentan agar mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Baznas Kabupaten Bangka Selatan dan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pangkalpinang terkait perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, menyampaikan bahwa zakat merupakan kewajiban yang memiliki dampak strategis dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, pengelolaan zakat yang optimal, transparan, dan tepat sasaran akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan dalam jangka panjang.