Pemkab Bangka Selatan Perkuat Integrasi Layanan Posyandu Berbasis 6 SPM
SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar kegiatan Advokasi Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten tahun 2026 pada Kamis (16/4/2026) sebagai langkah strategis memperkuat integrasi layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong optimalisasi peran Posyandu sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa dan kelurahan guna meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat secara menyeluruh. Pemerintah daerah menilai penguatan Posyandu menjadi penting dalam menjangkau kebutuhan layanan lintas sektor yang semakin kompleks. Dengan pendekatan terpadu, Posyandu diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Integrasi layanan menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan advokasi ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, hingga kader Posyandu yang terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat layanan berbasis masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan implementasi program Posyandu. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, koordinasi yang solid menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan keterlibatan berbagai pihak, penguatan Posyandu dapat berjalan lebih optimal.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Selatan, Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E., turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat berbasis keluarga. Ia menyampaikan bahwa Posyandu memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, keberadaan Posyandu harus terus diperkuat melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dukungan dari seluruh elemen menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Dengan sinergi yang baik, Posyandu diyakini mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, melainkan telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa penguatan Posyandu dilakukan melalui integrasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal yang meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial. Integrasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan konsep ini, Posyandu diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara komprehensif. Transformasi ini sekaligus memperkuat fungsi Posyandu dalam pembangunan daerah. Perubahan peran tersebut menandai peningkatan kualitas layanan berbasis komunitas.
“Posyandu saat ini diarahkan menjadi wadah integrasi layanan dasar masyarakat yang mencakup enam bidang pelayanan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa pendekatan lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan secara signifikan. Posyandu juga diharapkan berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Dengan cakupan layanan yang semakin luas, Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Hal ini sekaligus memperkuat sistem pelayanan publik yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Selatan, Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E., menekankan bahwa keberhasilan Posyandu ke depan sangat ditentukan oleh implementasi enam SPM secara terpadu dan berkesinambungan. Ia menyebut enam SPM sebagai fondasi penting dalam pelayanan masyarakat yang harus dijalankan secara konsisten. Menurutnya, Posyandu harus mampu mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, sosial, hingga lingkungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pendekatan lintas sektor ini dinilai mampu memperkuat pembangunan berbasis keluarga di tingkat desa. “Jika enam bidang ini berjalan bersama melalui Posyandu, maka pelayanan akan lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Ia berharap penguatan Posyandu dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.









