SUARABAHANA.COM – Seorang petani berinisial HU (53), warga Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, ditemukan meninggal dunia di sebuah pondok kebun sawit di kawasan Hutan Banti, Desa Pergam, pada Kamis malam, 6 Agustus 2026.

Diduga korban mengakhiri hidupnya sendiri setelah sebelumnya mengeluhkan sakit kepala hebat yang dideritanya selama beberapa hari.

Kasi Humas Polres Bangka Selatan, AKP Mardian Syafrizal, S.Pd, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, NA (50), yang tinggal bersamanya di pondok kebun milik seseorang berinisial AB.

Menurut keterangan saksi, sejak Rabu (5/8) korban sudah mengeluh sakit kepala. Kondisi itu memburuk pada Kamis sore, hingga korban sempat meminta dikerok bagian kakinya untuk meredakan rasa sakit.

Korban juga sempat menyampaikan kepada istrinya bahwa ia sudah tidak tahan menahan rasa sakit yang dialaminya.

Dijelaskan Kasi Humas, sekitar pukul 19.50 WIB, korban keluar dari pondok. Tak lama berselang, istri korban mendengar suara di bagian bawah pondok namun tidak terlalu menghiraukannya.

“Ketika akhirnya keluar untuk memeriksa, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Istri korban sempat berupaya menolong, namun nyawa korban tidak tertolong,” ungkapnya.

Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada tetangga kebun, diteruskan ke Kepala Desa Pergam, dan selanjutnya ke Bhabinkamtibmas setempat.

Personel piket Polsek Airgegas yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bangka Selatan untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Airgegas, IPTU William Situmorang, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan di rumah sakit tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, sehingga kasus ini mengarah pada dugaan bunuh diri akibat tekanan fisik dan psikis yang dialami korban.