SUARABAHANA.COM — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi melantik sejumlah pejabat Eselon II, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi di berbagai wilayah. Salah satu pejabat yang dilantik adalah Sila Haholongan yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Rabu, 16 Juli 2025.

Pelantikan ini diawali dengan pengambilan sumpah jabatan dan dilanjutkan dengan serah terima jabatan sebagai simbol penyerahan tugas resmi. Momentum tersebut menjadi bagian dari kebijakan rotasi, promosi, dan penyegaran organisasi yang rutin dilakukan di tubuh Kejaksaan.

Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi melantik sejumlah pejabat Eselon II, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi di berbagai wilayah, Rabu (16/7/2025). Foto: istimewa.
Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi melantik sejumlah pejabat Eselon II, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi di berbagai wilayah, Rabu (16/7/2025). Foto: istimewa.

Pelantikan ini adalah bagian dari langkah strategis Kejaksaan RI dalam menjaga efektivitas organisasi serta memastikan roda kepemimpinan berjalan optimal sesuai tuntutan zaman, ujar Jaksa Agung dalam sambutannya.

Dalam arahannya, ST Burhanuddin menekankan pentingnya kemampuan adaptasi cepat, khususnya bagi para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru menjabat di daerah. Hal itu dinilai krusial untuk memahami kondisi wilayah kerja dan memetakan dinamika lokal agar dapat mengoptimalkan kinerja aparat penegak hukum.

Kajati yang baru harus mampu membaca medan tugas secara cermat, bersinergi dengan unsur pemerintahan daerah, dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang berkeadilan, tegasnya.

Jaksa Agung juga menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas di lingkungan Kejaksaan harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan bermartabat, dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan nilai keadilan sosial yang hidup dalam masyarakat.

ST Burhanuddin turut mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik, baik di tingkat Kajati maupun Eselon II, agar menjaga integritas pribadi dan keluarga sebagai teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Ia menambahkan, sistem pengawasan internal perlu diperkuat sebagai bagian dari komitmen Kejaksaan dalam menjamin tata kelola pemerintahan yang baik.
Penegakan hukum tidak hanya soal kepastian hukum, tapi juga keadilan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, integritas pribadi dan pengawasan melekat harus menjadi budaya kerja, tandas Jaksa Agung.

Khusus kepada pejabat Eselon II, Jaksa Agung meminta agar segera melakukan peninjauan terhadap tugas barunya dan menyusun strategi kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antar bidang dalam struktur Kejaksaan untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja.

Jaksa Agung mengapresiasi kontribusi pejabat sebelumnya yang telah menyelesaikan tugasnya dengan dedikasi tinggi. Ia berharap para pejabat baru, termasuk Sila Haholongan sebagai Kajati Babel, mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab, bijaksana dalam setiap keputusan, dan berorientasi pada pelayanan hukum yang adil.

Dengan dilantiknya Kajati Babel yang baru, harapan publik pun kembali mengemuka. Sejumlah kalangan berharap kehadiran Sila Haholongan dapat membawa semangat baru dalam penegakan hukum di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, khususnya dalam pemberantasan korupsi, perlindungan hak masyarakat, dan penegakan supremasi hukum yang tidak tebang pilih.

Sumber: JMSI