Tim SAR Evakuasi Kapal Nelayan Mati Mesin di Perairan Pantai Rebo
Ringkasan Berita:
- Kapal nelayan dengan lima ABK alami mati mesin di perairan Pantai Rebo, Bangka, Senin (28/10), berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan Pangkalpinang.
- Tim Rescue KN SAR Karna 246 dikerahkan menggunakan kapal RBB Basarnas untuk mengevakuasi para nelayan dan menarik kapal ke Dermaga PTS Pangkalbalam.
- Kepala Kansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyatakan seluruh ABK dalam kondisi selamat dan Operasi SAR resmi ditutup setelah evakuasi selesai.
SUARABAHANA.COM – Tim SAR Gabungan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang berhasil mengevakuasi sebuah kapal nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Pantai Rebo, Kabupaten Bangka, pada Senin malam (28/10). Seluruh lima Anak Buah Kapal (ABK) berhasil diselamatkan dalam kondisi sehat.
Peristiwa tersebut terjadi sejak Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Kapal nelayan yang ditumpangi lima orang ABK, yakni Fajar (33), Dimas (30), Tomo (45), Ruslan (46), dan Andri (34), berangkat dari kawasan Jembatan Lintas Timur Batu Rusa 2 untuk memancing di sekitar perairan Pantai Rebo.

Namun, ketika hendak kembali ke darat sekitar pukul 18.00 WIB, mesin kapal tiba-tiba tidak dapat dihidupkan. Para awak kapal sempat berupaya memperbaiki kerusakan, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Salah satu pemancing akhirnya menghubungi pihak Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung mengerahkan 1 Tim Rescue ABK KN SAR Karna 246. Tim bergerak cepat menuju lokasi menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Basarnas. Operasi pencarian dilakukan berdasarkan titik koordinat laporan awal dan informasi kondisi cuaca laut yang relatif aman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, membenarkan adanya insiden tersebut dan menjelaskan kronologi penanganan hingga evakuasi selesai.
“Kita kembali menerima informasi adanya kapal nelayan yang mengalami trouble engine di perairan Pantai Rebo. Tim SAR langsung diterjunkan untuk mengevakuasi para nelayan. Alhamdulillah, kelima orang pemancing berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, dan kapal mereka berhasil kita tarik menuju Dermaga PTS Pangkalbalam,” jelas Oka.
Proses evakuasi berlangsung relatif lancar berkat koordinasi cepat antara Tim Rescue Kansar Pangkalpinang dan nelayan setempat. Setelah seluruh ABK berhasil dibawa ke dermaga dengan aman, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup.
Dalam kesempatan yang sama, I Made Oka Astawa kembali mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar senantiasa memastikan kesiapan kapal dan peralatan sebelum melaut. Ia juga menekankan pentingnya segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan siaga Basarnas.
“Kami mengimbau masyarakat, apabila mengalami kondisi darurat di laut, segera hubungi Basarnas melalui Nomor Darurat 115 atau Call Center Kansar Pangkalpinang di 0811-7810-115. Respons cepat dapat menyelamatkan jiwa,” tambahnya.
Kansar Pangkalpinang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap berbagai potensi kedaruratan di wilayah perairan Bangka Belitung. Operasi penyelamatan di Pantai Rebo kali ini menjadi bukti nyata kehadiran Basarnas dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir dan pelaut.
Dengan kondisi geografis Bangka Belitung yang dikelilingi laut dan aktivitas melaut yang tinggi, Kantor SAR Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga 24 jam penuh dalam memberikan pelayanan pertolongan dan pencarian bagi masyarakat yang membutuhkan.


