SUARABAHANA.COM — Suasana hangat dan penuh kebahagiaan menyelimuti kegiatan Lebaran Ceria bersama anak yatim piatu yang digelar di Pasar Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (17/3/2026). Sebanyak 50 anak yatim piatu menerima santunan sekaligus kesempatan berbelanja kebutuhan secara langsung dalam rangkaian kegiatan sosial di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, ST., M.Tr.IP, dan Wakil Bupati Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., bersama unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, serta kepala OPD. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan kebahagiaan dan kepedulian nyata kepada anak-anak yatim di wilayah tersebut secara langsung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda belanja bersama di Pasar Toboali, di mana setiap anak yatim piatu didampingi langsung oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Menariknya, Bupati dan Wakil Bupati turut terjun langsung mendampingi anak-anak saat memilih kebutuhan mereka. Interaksi yang terjalin selama kegiatan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan dan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Anak-anak tampak antusias memilih barang sesuai kebutuhan dan keinginan masing-masing. Pendekatan ini dinilai memberikan pengalaman berbeda dibandingkan bantuan konvensional, karena anak-anak dapat merasakan kebebasan menentukan pilihan mereka sendiri dengan penuh kegembiraan di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah dan kebersamaan.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing anak yatim piatu menerima santunan dari Baznas sebesar Rp1.000.000 yang digunakan untuk berbelanja di Pasar Toboali. Selain itu, mereka juga memperoleh tambahan Rp55.000 untuk kebutuhan berbuka puasa bersama yang dilaksanakan di Metro Toboali. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap anak mencapai Rp1.055.000. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Program ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran, khususnya kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, seperti anak-anak yatim piatu di Kabupaten Bangka Selatan saat momentum Ramadan.

Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid menyampaikan bahwa kegiatan Lebaran Ceria merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap anak yatim piatu, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan penuh empati di tengah kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa keterlibatan langsung jajaran pemerintah dalam mendampingi anak-anak saat berbelanja merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan kesan mendalam bagi anak-anak sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak boleh bersifat simbolis semata, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terus terjaga dan meningkat melalui pendekatan yang humanis, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Selatan Hj. Debby Vita Dewi menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian santunan, tetapi juga bertujuan membangun kebahagiaan dan rasa percaya diri anak-anak yatim piatu. Ia menjelaskan bahwa konsep belanja langsung dipilih agar anak-anak dapat merasakan pengalaman yang lebih bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pemerintah daerah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga semangat berbagi tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi menjadi budaya sosial yang terus hidup di tengah masyarakat Bangka Selatan.