Bangka Selatan Raih Dua Penghargaan BPOM Pangkalpinang 2026
SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali menorehkan prestasi dengan menerima dua sertifikat penghargaan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Agus Riyanto, S.Farm., Apt., M.M., kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, S.T., M.M., yang mewakili Bupati Bangka Selatan, di ruang kerjanya. Dua penghargaan tersebut diberikan atas capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Kesehatan (DAK BOK) Non Fisik BPOM serta keberhasilan meraih nilai tertinggi dalam Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2025 di Pulau Bangka.
Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Agus Riyanto, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam bidang pengawasan obat dan makanan. Ia menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat melalui pengawasan yang terintegrasi. “BPOM Pangkalpinang menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Bangka Selatan atas hasil penilaian mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) dengan nilai tertinggi se-Pulau Bangka, yaitu 62,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi daerah dalam menerapkan standar keamanan pangan yang baik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang aman dan layak.
Selain penghargaan dalam aspek keamanan pangan, Bangka Selatan juga mencatatkan prestasi dalam pengelolaan anggaran DAK BPOM Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan data BPOM Pangkalpinang, realisasi anggaran mencapai 94 persen, sementara realisasi output berhasil mencapai 100 persen, menjadikannya sebagai yang tertinggi di Pulau Bangka. Capaian ini dinilai sebagai indikator keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan program yang efektif serta efisien. Keberhasilan tersebut juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan instansi terkait dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran guna mendukung program pengawasan obat dan makanan secara berkelanjutan.
BPOM Pangkalpinang juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam rangka peningkatan capaian penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) Tahun 2026. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai evaluasi serta memperkuat sistem pengawasan pangan di tingkat lokal. Selain itu, BPOM turut memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam menerbitkan Surat Edaran terkait larangan pemberian antibiotik tanpa resep dokter, sebagai upaya meningkatkan keamanan penggunaan obat di masyarakat dan mencegah potensi penyalahgunaan antibiotik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima merupakan hasil kerja sama dan komitmen berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan di daerah. Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari peran aktif seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik dapat menghasilkan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BPOM serta pihak terkait lainnya guna meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan. Sekda Hefi Nuranda menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan perlindungan yang lebih optimal kepada masyarakat. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam upaya mewujudkan keamanan pangan dan pengawasan obat yang lebih baik bagi masyarakat Bangka Selatan,” ujarnya. Dengan capaian ini, Bangka Selatan diharapkan dapat terus mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan standar pelayanan kesehatan di masa mendatang.









