Camat Toboali Klarifikasi Bantuan Ibu Rosna, Tegaskan BLT Dana Desa Sudah Terdata
SUARABAHANA.COM — Camat Toboali, Amrul Mustakim, S.STP., M.A.P., memberikan klarifikasi atas pemberitaan media online yang menyebutkan bahwa seorang warga Desa Rias, Ibu Rosna, belum pernah menerima bantuan pemerintah. Klarifikasi ini disampaikan berdasarkan laporan resmi dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Rias yang mencatat bahwa yang bersangkutan merupakan penerima bantuan secara rutin. Pemerintah kecamatan menegaskan bahwa data administrasi menunjukkan Ibu Rosna telah terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sejak tahun 2024. Pernyataan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat serta memastikan bahwa distribusi bantuan sosial berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mekanisme pendataan yang telah ditetapkan pemerintah desa.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari PSM Desa Rias, Ibu Rosna tercatat sebagai penerima BLT Dana Desa sejak tahun 2024. Untuk tahun ini, dana desa memang belum masuk sehingga penyaluran BLT belum dapat dilakukan. Nantinya bantuan tersebut akan diberikan sekaligus untuk tiga bulan,” jelas Amrul Mustakim pada Jumat (27/2/2026). Ia menambahkan bahwa keterlambatan penyaluran bukan disebabkan oleh penghapusan data penerima, melainkan karena faktor administratif terkait pencairan dana desa. Pemerintah kecamatan memastikan bahwa hak penerima tetap dipenuhi setelah anggaran tersedia. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak menarik kesimpulan sepihak sebelum memperoleh informasi resmi dari pihak terkait yang memiliki kewenangan.
Selain bantuan rutin dari pemerintah, perhatian terhadap kondisi Ibu Rosna juga diwujudkan melalui bantuan langsung yang disalurkan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan PSM Desa Rias, kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh pihak keluarga telah direspons dengan cepat oleh pemerintah setempat. Anak Ibu Rosna, Darazi (52), sebelumnya menyampaikan permintaan bantuan berupa tikar yang kemudian segera dipenuhi. Tidak hanya itu, permintaan kursi roda juga telah direalisasikan guna menunjang mobilitas yang bersangkutan. Bantuan bahan pokok seperti beras dan sembako lainnya turut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga tersebut yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek sanitasi lingkungan tempat tinggal Ibu Rosna. Camat Toboali menjelaskan bahwa PSM Desa Rias telah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi fasilitas WC kepada PT Timah Tbk. Upaya tersebut telah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan survei lapangan oleh pihak perusahaan dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, serta pihak swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Perbaikan fasilitas sanitasi dinilai penting untuk mendukung kesehatan lingkungan serta mencegah risiko penyakit yang dapat timbul akibat kondisi sanitasi yang kurang memadai di kawasan permukiman warga.
Lebih lanjut, pihak keluarga juga mengajukan permohonan bantuan ekonomi produktif sebagai upaya meningkatkan kemandirian. Darazi diketahui mengusulkan bantuan modal usaha untuk pembuatan pukat atau jaring nelayan. Permohonan tersebut saat ini tengah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait guna mencari solusi terbaik. Pemerintah kecamatan berupaya mendorong agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga penerima. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa secara berkelanjutan dan terarah.
Camat Toboali berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait kondisi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa bersama unsur kecamatan dan pihak terkait terus berupaya maksimal dalam memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, sesuai dengan mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta mengedepankan konfirmasi kepada sumber resmi. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.





