Investasi Rp123 Miliar, Bangka Selatan Bersiap Miliki 11 Pabrik CPO
SUARABAHANA.COM – Kabupaten Bangka Selatan diproyeksikan memiliki 11 pabrik pengolahan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) pada 2027. Penambahan tersebut menyusul rencana pembangunan pabrik baru milik PT Perkasa Mitra Jaya Abadi di Desa Airbara, Kecamatan Airgegas, dengan nilai investasi sekitar Rp123 miliar.
Kehadiran pabrik baru ini diharapkan memperkuat sektor industri sawit sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangka Selatan, Kartikasari, mengatakan PT Perkasa Mitra Jaya Abadi telah menyelesaikan sejumlah tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai.
Pernyataan tersebut disampaikan Kartikasari di Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (28/7/2026). “Alhamdulillah tahun ini bakal ada pabrik lagi, pabrik CPO, pabrik pengolahan kelapa sawit oleh PT Perkasa Mitra Jaya Abadi di daerah Airbara,” ujarnya.
Menurut Kartikasari, perusahaan telah melakukan pembebasan lahan, menjalin nota kesepahaman dengan masyarakat, serta memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).
Saat ini, perusahaan masih menyelesaikan dokumen lingkungan yang menjadi salah satu syarat utama sebelum melanjutkan proses pembangunan.
Setelah dokumen lingkungan rampung, perusahaan akan mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai tahapan berikutnya. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap seluruh proses perizinan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga pembangunan fisik segera dimulai dan target operasional pada 2027 dapat tercapai.
Kartikasari menyebutkan selain PT Perkasa Mitra Jaya Abadi, terdapat lima perusahaan lain yang saat ini juga sedang membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di Bangka Selatan. Kelima perusahaan tersebut yakni PT Bangka Palma Persada di Desa Ranggung, PT Bangka Sawit Makmur di Desa Bencah, PT Bumi Rahman Persada di Desa Delas, PT Bukit Palma Prima di Desa Nangka, dan PT Sawit Malik Makmur di Desa Malik.
“Kehadiran perusahaan-perusahaan baru itu diproyeksikan membuat jumlah pabrik pengolahan sawit di daerah ini meningkat menjadi 11 perusahaan,” kata Kartikasari.
Saat ini, dari target 11 pabrik yang akan beroperasi, lima pabrik telah lebih dahulu menjalankan aktivitas produksi. Kelima perusahaan tersebut yakni PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP), PT Tama Buana Jaya (TBJ), PT Mentari Sawit Makmur, PT Bangka Agro Plantari (BAP), dan PT Bhumi Palmindo Kencana.










