Ringkasan
  • Sembilan sanggar tari lokal tampil di Festival Tari Kreasi Daerah, bagian dari event Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026, di Panggung Utama Arena Sport Center Toboali, Kamis (24/9/2026) malam.
  • Penampilan dinilai tiga dewan juri dengan empat kriteria utama, yakni penataan tari, penataan musik, penataan rias dan busana, serta penyajian umum, agar penilaian objektif, profesional, dan berkualitas.
  • Festival diharapkan menjadi hiburan sekaligus memotivasi generasi muda mencintai dan melestarikan seni budaya daerah di tengah arus modernisasi.

SUARABAHANA.COM – Sembilan sanggar tari lokal beradu kreasi dalam Festival Tari Kreasi Daerah di Panggung Utama Arena Sport Center Toboali, Kamis (24/9/2026) malam, sebagai bagian dari Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar festival ini sebagai salah satu agenda utama pergelaran tahunan event Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026. Suasana panggung berlangsung semarak dan penuh pesona sejak kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB.

Festival menampilkan karya seni tari inovatif yang berpijak pada kekayaan budaya lokal. Ajang ini menjadi wadah ekspresi sekaligus pembuktian kreativitas seniman muda dalam melestarikan seni pertunjukan daerah.

Sembilan sanggar yang berpartisipasi adalah Sanggar Yuwaraja, ARR Dance, Cempaka Emas, Vankangin, Tiker Mengkuang, Eksotika Habang, Humpit Beduri, Dharma Habangka, dan Rebang Emas.

Setiap peserta tampil maksimal menyuguhkan koreografi dan seni pertunjukan terbaik di hadapan para juri serta penonton yang memadati area panggung.

Turut hadir menyaksikan festival, Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Selatan, Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bangka Selatan, Ny. Rani Pitarini Hefi Nuranda, beserta tamu undangan lainnya.

Agar penilaian objektif, profesional, dan berkualitas, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang kompeten di bidang seni pertunjukan, yaitu Ir. Dra. Ertis Yulia Manikam, Rines Onyxi Tampubolon, S.Sn., M.Sn., dan Budi Utomo, S.Pd.

Penilaian berfokus pada empat kriteria utama, yakni penataan tari, penataan musik, penataan rias dan busana, serta penyajian umum.

Penyelenggaraan festival ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memotivasi generasi muda Bangka Selatan untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya daerah agar tetap eksis di tengah arus modernisasi.