Ringkasan
  • Wabup Bangka Selatan Hj. Debby Vita Dewi memimpin Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla 2026 di Halaman Kantor Bupati, Senin (24/8/2026), untuk memperkuat sinergi lintas sektor di tengah kemarau yang dipengaruhi El Nino 2026.
  • Periode Januari–Agustus 2026 tercatat 91 kasus kebakaran: 14 kebakaran hutan, 56 lahan, 13 rumah dan bangunan, 6 tabung gas bocor, serta 2 kapal. Kasus tertinggi terjadi pada Agustus, sekitar 37 kasus.
  • Debby menekankan lima hal: pencegahan dan deteksi dini, sinergi lintas sektor, edukasi persuasif kepada masyarakat, kesiapan sarana prasarana, serta keselamatan personel dan relawan sebagai prioritas utama di lapangan.

SUARABAHANA.COM, Toboali – Kabupaten Bangka Selatan mencatat 91 kasus kebakaran sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan puncak sekitar 37 kasus pada Agustus. Data itu disampaikan Wabup Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M. saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Senin (24/8/2026).

“Apel yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah wujud nyata dari komitmen bersama, kesiapsiagaan, sekaligus pengecekan terakhir terhadap personel, sarana prasarana, prosedur dan koordinasi lintas sektor,” ujar Wabup Debby.

Apel digelar di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan sebagai langkah kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Bangka Selatan.

Menurut Debby, kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino 2026 berpotensi meningkatkan risiko Karhutla. Dampaknya tidak hanya merusak ekosistem dan merugikan ekonomi, tetapi juga dapat memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan dan transportasi.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa dampak Karhutla sangat merugikan, mulai dari kerusakan ekosistem, kerugian ekonomi, hingga ancaman kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas transportasi,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan Januari hingga Agustus 2026, tercatat 91 kasus kebakaran di Bangka Selatan. Rinciannya 14 kebakaran hutan, 56 kebakaran lahan, 13 kebakaran rumah dan bangunan, enam tabung gas bocor, serta dua kebakaran kapal.

Kasus tertinggi terjadi pada Agustus 2026 dengan sekitar 37 kasus, terdiri atas tiga kebakaran hutan, 33 kebakaran lahan, dan satu kebakaran kapal.

“Karena itu, apel kesiapsiagaan hari ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran secara terpadu,” imbuhnya.

Debby menekankan lima hal penting. Pertama, memprioritaskan pencegahan dan deteksi dini lewat pemantauan titik panas (hotspot), patroli berkala di wilayah rawan, serta penanganan titik api sebelum membesar.

Kedua, memperkuat sinergi dan koordinasi. Penanganan Karhutla bukan hanya tugas Satpol PP dan Damkar, tetapi tanggung jawab bersama TNI, Polri, perangkat daerah, swasta, hingga relawan yang bergerak solid, cepat, dan tepat.

Ketiga, meningkatkan edukasi secara persuasif. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, disertai sosialisasi penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran liar.

Keempat, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk memeriksa peralatan pemadam, kendaraan operasional, dan pasokan air di lapangan agar siap digunakan sewaktu-waktu.

Kelima, keselamatan personel dan relawan harus jadi prioritas utama. “Di atas segala upaya pemadaman, keselamatan jiwa para petugas dan relawan di lapangan harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Debby menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang mendedikasikan waktu dan tenaga di garis depan melindungi lingkungan hidup dan masyarakat Bangka Selatan.

Ia optimistis, dengan gotong royong dan kolaborasi semua pihak, Bangka Selatan mampu melewati kemarau dengan meminimalkan potensi bencana asap. “Melalui semangat gotong royong, saya optimis kita mampu melewati musim kemarau ini dengan meminimalkan potensi bencana asap akibat Karhutla,” ungkapnya.

Apel melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Basarnas, BPBD, Dinas Kehutanan, hingga PT PLN (Persero). Sejumlah unsur menyiagakan personel, kendaraan operasional, dan alat pelindung diri (APD).

Kodim 0432/Bangka Selatan menyertakan satu pleton 30 personel dan kendaraan R4 dinas. Satpol PP juga satu pleton 30 personel dan kendaraan R4 dinas.

Damkar dan Basarnas masing-masing menyertakan 10 personel, kendaraan R4 dinas, dan APD lengkap. BPBD menyertakan lima personel, kendaraan R4 dinas, dan APD lengkap.

Dinas Kehutanan menyertakan empat personel, sedangkan PT PLN (Persero) Rayon Toboali menyertakan lima personel beserta kendaraan R4 dinas dan APD lengkap.

Melalui apel ini, Pemkab Bangka Selatan bersama seluruh stakeholder berkomitmen memperkuat pencegahan, deteksi dini, dan penanganan Karhutla secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.