Sensus Ekonomi 2026 Bangka Selatan Dimulai 15 Juli, Wabup Debby Ajak ASN Beri Data Akurat
- Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, mengajak seluruh ASN mendukung Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung 15 Juli hingga Agustus 2026 dengan memberikan data akurat dan valid.
- Ajakan itu disampaikan usai upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, Toboali, Senin (25/5/2026), yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
- Wabup Debby membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital yang menyoroti kedaulatan informasi, program strategis pemerintah pusat, dan perlindungan anak di ruang digital. Rompi sensus disematkan secara simbolis kepada petugas.
SUARABAHANA.COM – Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., mengajak seluruh ASN mendukung Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung 15 Juli hingga Agustus 2026, usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, Toboali, Senin (25/5/2026).
“Sensus Ekonomi Tahun 2026 ini sangat penting sebagai dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi ke depan. Untuk itu saya mengajak seluruh ASN dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan agar mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat, valid, dan berkualitas,” tutupnya.
Pemkab Bangka Selatan menggelar upacara Harkitnas ke-118 Tahun 2026 sekaligus sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Wabup Debby bertindak sebagai pembina upacara yang diikuti khidmat seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab.
Di akhir sambutan, Wabup mengajak seluruh perangkat daerah dan ASN menyukseskan sensus dengan memberikan data yang akurat dan valid guna mendukung perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.
Dalam upacara itu, Wabup Debby membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid. Amanat tersebut menegaskan Harkitnas sebagai momentum refleksi semangat persatuan dan perjuangan bangsa sejak berdirinya Boedi Oetomo pada 1908.
Semangat Kebangkitan Nasional disebut sebagai tonggak lahirnya kesadaran berbangsa. Perjuangan tak lagi hanya secara fisik, tetapi juga lewat pemikiran, organisasi, dan diplomasi demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Amanat itu juga menyebut tantangan bangsa kini bergeser ke kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi pengingat pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa.
Pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto disebut terus mendorong program strategis nasional yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta layanan Cek Kesehatan Gratis.
Pemerintah juga memperkuat kesejahteraan masyarakat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan.
Di bidang digital, pemerintah memperhatikan perlindungan generasi muda lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Kebijakan itu mencakup penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.
Menutup amanatnya, Menteri Komunikasi dan Digital mengajak seluruh elemen bangsa, dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, menyalakan kembali semangat Boedi Oetomo lewat penguatan solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyematan rompi Sensus Ekonomi 2026 secara simbolis oleh Wabup Debby kepada para Petugas Sensus Ekonomi Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2026.










