Hujan Toboali di HUT ke-318, Kado Terindah Usai Kemarau Panjang
- Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, diguyur hujan pada Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan hari ulang tahun ke-318 kota tersebut setelah kemarau panjang.
- Warga Toboali, Oday, mengucapkan syukur karena selama kemarau ia harus mengambil air kolong setiap hari untuk keperluan sehari-hari.
- Warga lainnya, Lilis, sampai mengungsi ke rumah orang tua karena pasokan air PAM Toboali terhenti selama kemarau.
SUARABAHANA.COM – Hujan akhirnya mengguyur Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (25/10/2026), bertepatan dengan hari ulang tahun ke-318 kota tersebut, yang diperingati setiap tanggal 25 Oktober tiap tahunnya.
Guyuran air dari langit itu mengakhiri kemarau panjang yang selama ini menyulitkan warga mendapatkan air bersih.
Salah satu warga Toboali, Oday, mengucapkan syukur atas turunnya hujan. Ia menuturkan, selama kemarau panjang dirinya harus mengambil air kolong setiap hari untuk memenuhi keperluan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci.
Bagi masyarakat, hujan yang turun tepat di hari jadi Kota Toboali ke-318 menjadi kado terindah. Warga telah lama merindukan turunnya air hujan, sehingga guyuran tersebut disambut dengan rasa lega dan syukur di berbagai sudut kota.
Dampak kemarau panjang tahun ini juga dirasakan warga Toboali lainnya, Lilis. Ia sampai harus mengungsi ke rumah orang tuanya lantaran pasokan air PAM Toboali terhenti dan kebutuhan air di rumahnya tidak terpenuhi.
Dirinya berharap musim penghujan telah tiba. Musim kemarau panjang tahun 2026 diprakirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama dari kondisi normal akibat pengaruh fenomena El Niño .
Kisah Oday dan Lilis menggambarkan betapa kemarau panjang tahun 2026 ini sangat berdampak pada kehidupan warga, terutama akses air bersih yang menjadi kebutuhan paling mendasar bagi setiap keluarga di Kota Toboali.









