Ringkasan Berita:

  • DPP PJS mengapresiasi Rizaluddin Kurniawan yang resmi meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam dari UMJ setelah mempertahankan disertasi dengan predikat terpuji IPK 3,9.
  • Ketum PJS Mahmud Marhaba menyebut gelar doktor Rizaluddin sebagai standar baru bagi jurnalis siber, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas intelektual kader PJS di seluruh Indonesia.
  • Dewan Etik PJS memuji integritas dan kedalaman ilmu Rizaluddin, menilai capaian doktoral itu menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh anggota PJS untuk terus meningkatkan kompetensi.

SUARABAHANA.COM — Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (PJS) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua DPP PJS, Rizaluddin Kurniawan, yang resmi meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam dari Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Gelar tersebut disahkan melalui sidang promosi doktor pada Rabu (26/11/2025), di hadapan para promotor dan dewan penguji yang dipimpin Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si.

Rizaluddin dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh Literasi Digital dan Metode Permainan terhadap Pengetahuan Zakat melalui Sikap Religiusitas dalam Pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan”.

Ketua Dewan Etik DPP PJS saat menghadiri ujian Doktor dari Ketua Dewan Pakar DPP PJS, Rizaludin Kurniawan, Rabu (26/11/2025) di UMJ Jakarta.
Ketua Dewan Etik DPP PJS saat menghadiri ujian Doktor dari Ketua Dewan Pakar DPP PJS, Rizaludin Kurniawan, Rabu (26/11/2025) di UMJ Jakarta.

Ia meraih IPK 3,9 dengan predikat Terpuji, yang menunjukkan kualitas akademik dan riset yang kuat di bidang pendidikan Islam dan literasi digital.

Capaian Akademik yang Mengangkat Martabat Jurnalis Siber

Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, menegaskan bahwa keberhasilan Rizaluddin bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun organisasi, tetapi juga membawa pesan penting bagi dunia pers siber di Indonesia.

Menurutnya, sosok Rizaluddin menunjukkan bahwa jurnalis modern tidak hanya mengandalkan kemampuan praktik di lapangan, tetapi juga perlu berdiri tegak dalam tradisi akademik tertinggi.

“Rizaluddin membuktikan bahwa jurnalis siber mampu menembus ruang akademik dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman. Gelar doktor ini adalah standar baru bagi kader PJS di seluruh Indonesia. Kami bangga dan terinspirasi,” ujar Mahmud.

Ia menambahkan bahwa PJS berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas para anggotanya melalui pendidikan tinggi, peningkatan literasi digital, serta penelitian berbasis data sebagai landasan kerja jurnalistik profesional.

Dewan Etik PJS: Teladan Integritas dan Keilmuan

Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Etik PJS yang menilai keberhasilan Rizaluddin sebagai representasi integritas, etika, dan kedalaman ilmu seorang jurnalis profesional. Menurutnya, proses akademik yang dijalani Rizaluddin menunjukkan konsistensi antara etika dan pengembangan diri yang berkelanjutan.

“Rizaluddin adalah contoh nyata bahwa integritas jurnalis berjalan seiring dengan rekam jejak keilmuan yang kuat. Sidang promosinya mencerminkan kedisiplinan akademik serta kontribusi ilmiah yang relevan dengan era digital,” ungkapnya.

Inspirasi bagi Anggota PJS di Seluruh Indonesia

Keberhasilan tersebut dianggap sebagai energi positif bagi seluruh kader PJS, terutama dalam menghadapi tantangan media digital yang dinamis. DPP PJS meyakini bahwa kehadiran kader dengan kapasitas akademik tingkat doktoral akan memperkuat organisasi dalam memperjuangkan profesionalisme, kode etik, serta standar pemberitaan yang akurat dan berimbang.

Rizaluddin dinilai dapat menjadi role model bagi generasi jurnalis muda, terutama dalam memadukan kompetensi lapangan, literasi digital, dan kedalaman riset akademik.

Tentang Pro Jurnalismedia Siber (PJS)

Pro Jurnalismedia Siber (PJS) merupakan organisasi profesi wartawan dan media siber yang fokus pada peningkatan kualitas jurnalistik, penguatan kompetensi, serta pengembangan ekosistem media digital yang sehat dan profesional. PJS memiliki komitmen mendorong jurnalis untuk mengedepankan etika, integritas, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.