Pemkab Basel Catat Nilai Tertinggi dalam Verifikasi KKPA Tahun 2025
SUARABAHANA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat regional setelah berhasil meraih peringkat pertama dalam hasil Verifikasi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) Tahun 2025 di wilayah Pulau Bangka. Berdasarkan hasil verifikasi yang disampaikan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bangka Selatan memperoleh nilai tertinggi sebesar 62,81, mengungguli seluruh kabupaten/kota lainnya di Pulau Bangka. Hasil tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Penilaian Mandiri KKPA Tahun 2025 yang dilakukan pemerintah daerah pada Selasa (16/12/2025). Capaian ini mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam memperkuat sistem keamanan pangan melalui program yang terintegrasi, berkelanjutan, serta berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir distribusi pangan.
Bupati Bangka Selatan, , menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh perangkat daerah, pelaku usaha pangan, dan masyarakat yang dinilai berperan besar dalam keberhasilan tersebut. Menurutnya, keamanan pangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat sehat dan sejahtera. Ia menegaskan bahwa capaian peringkat pertama KKPA Tahun 2025 menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam menjaga mutu dan keamanan pangan bagi masyarakat. “Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh OPD, pelaku usaha pangan, serta masyarakat Bangka Selatan. Keamanan pangan adalah fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Riza Herdavid. Ia juga menambahkan bahwa prestasi tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan, pembinaan, dan inovasi program keamanan pangan di wilayah Bangka Selatan.
Dalam hasil verifikasi tersebut, Kota menempati posisi kedua dengan nilai 52,59. Selanjutnya, Kabupaten Bangka Tengah memperoleh nilai 32,88 dan Kabupaten Bangka Barat meraih nilai 30,56. Sementara itu, Kabupaten Bangka tidak memperoleh penilaian karena tidak melakukan pengisian tools Penilaian Mandiri KKPA Tahun 2025. Perbedaan nilai antarwilayah menunjukkan tingkat kesiapan dan komitmen masing-masing pemerintah daerah dalam melaksanakan program keamanan pangan secara sistematis. Penilaian KKPA sendiri menjadi salah satu instrumen evaluasi nasional dalam mengukur efektivitas pemerintah daerah dalam menjamin keamanan pangan, termasuk pengawasan distribusi, edukasi masyarakat, hingga pembinaan pelaku usaha pangan agar produk yang beredar tetap aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat luas.
Bupati Riza Herdavid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tidak akan berpuas diri meskipun telah meraih posisi tertinggi di Pulau Bangka. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program keamanan pangan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat. Selain itu, berbagai inovasi dan penguatan koordinasi lintas sektor akan terus dikembangkan guna memastikan sistem pengawasan pangan berjalan optimal di seluruh wilayah Bangka Selatan. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi langkah awal untuk memperkuat konsistensi daerah dalam menjaga kualitas pangan. “Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus memperkuat komitmen kita. Ke depan, Bangka Selatan harus menjadi contoh daerah yang konsisten dalam menjaga pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi,” ungkap Riza Herdavid dalam keterangannya kepada masyarakat dan jajaran perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di , , melalui surat resmi Nomor B-PM.02.01.7B.12.25.1914 tertanggal 16 Desember 2025, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Pulau Bangka atas partisipasi aktif dalam Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2025. Ia berharap hasil verifikasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus mendorong peningkatan komitmen seluruh daerah dalam memperkuat keamanan pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pangan yang aman dan berkualitas. BPOM juga menilai bahwa keberlanjutan program keamanan pangan sangat diperlukan untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat secara jangka panjang di wilayah Pulau Bangka.
Keberhasilan Bangka Selatan meraih peringkat pertama dalam Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2025 semakin memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang serius membangun sistem pangan sehat dan berkualitas. Capaian tersebut dinilai bukan hanya menjadi prestasi administratif semata, melainkan juga bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan konsumsi masyarakat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengawasan pangan pada tahun-tahun mendatang. Penguatan edukasi keamanan pangan kepada masyarakat, pembinaan terhadap pelaku usaha, serta peningkatan pengawasan distribusi produk pangan akan terus menjadi fokus utama pemerintah daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat Bangka Selatan secara menyeluruh.









