Intisari Berita:

  • Tim SAR Gabungan menemukan jasad Jauhari (40), warga Desa Petaling, yang hilang diduga diterkam buaya di Sungai Limbung, Bangka, Selasa pagi.
  • Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 08.40 WIB, dalam kondisi tersangkut jaring ikan tidak jauh dari lokasi awal kejadian pencarian.
  • Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan operasi SAR resmi diusulkan ditutup oleh Basarnas Pangkalpinang.

SUARABAHANA.COM – Pencarian terhadap Jauhari (40), warga Desa Petaling yang dilaporkan hilang diduga diterkam buaya di Sungai Limbung, Desa Menduk, Kabupaten Bangka, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban pada Selasa (11/2/2026) pagi sekitar pukul 08.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan tersangkut pada jaring ikan milik nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri proses pencarian yang telah dilakukan sejak korban dinyatakan hilang saat mencari ikan di sungai tersebut.

Penemuan jasad Jauhari berawal saat Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran lanjutan di sekitar Sungai Limbung menggunakan perahu nelayan. Fokus pencarian diarahkan ke sisi-sisi sungai, termasuk area yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.

Tim SAR Gabungan menemukan jasad Jauhari (40), warga Desa Petaling, yang hilang diduga diterkam buaya di Sungai Limbung, Bangka. Sumber foto: Basarnas Pangkalpinang.
Tim SAR Gabungan menemukan jasad Jauhari (40), warga Desa Petaling, yang hilang diduga diterkam buaya di Sungai Limbung, Bangka. Sumber foto: Basarnas Pangkalpinang.

Saat proses penyisiran berlangsung, tim mencurigai keberadaan sebuah jaring ikan yang terpasang di aliran sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengangkat jaring tersebut, petugas mendapati tubuh korban tersangkut di dalamnya.

Kondisi tersebut langsung dilaporkan kepada seluruh unsur SAR yang terlibat untuk dilakukan proses evakuasi sesuai prosedur keselamatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan jasad korban tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban berhasil ditemukan berkat kerja sama seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.

 

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini pukul 08.40 WIB, korban yang sebelumnya dikabarkan diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Limbung berhasil kita temukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut di jaring ikan,” ujar Mikel.

Menurutnya, lokasi penemuan masih berada di sekitar area pencarian utama yang sejak awal menjadi fokus penyisiran tim SAR.

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah Jauhari langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Petaling. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan perahu nelayan serta petugas SAR untuk memastikan jenazah dapat dipindahkan dengan aman.

Setibanya di rumah duka, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman. Suasana duka menyelimuti kediaman korban, di mana keluarga dan kerabat telah menunggu sejak pagi.

Dengan ditemukannya korban, Basarnas Pangkalpinang menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dipersilakan kembali ke kesatuan masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah membantu proses pencarian korban sejak hari pertama. Atas berhasil ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” kata Mikel.

Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dan nelayan setempat yang turut membantu selama proses pencarian berlangsung.