Sekda Bangka Selatan Buka TMMD Ke-127 di Desa Penutuk, Bangun Desa dari Pinggiran
Selain aspek pembangunan, Sekda juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan antara TNI dan masyarakat. Kemanunggalan tersebut disebutnya sebagai kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Pelaksanaan TMMD Ke-127 di Desa Penutuk mencakup kegiatan fisik dan nonfisik. Pada kegiatan fisik, sejumlah program prioritas akan dilaksanakan, antara lain pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer, pembuatan satu titik sumur bor, rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi satu unit masjid.
Sementara itu, kegiatan nonfisik difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat. Program tersebut meliputi penyuluhan pencegahan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kembali budaya gotong royong, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kegiatan posyandu, serta Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).
Program TMMD Ke-127 ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Penutuk dan sekitarnya.
Kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat, Sekda Hefi menyampaikan harapan agar seluruh pihak terlibat aktif mendukung pelaksanaan TMMD. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab TNI dan pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai penerima manfaat.
Menutup sambutannya, Sekda Hefi Nuranda mengajak seluruh elemen untuk terus mengoptimalkan program lintas sektoral demi mewujudkan Kabupaten Bangka Selatan yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Dengan demikian, TMMD diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan desa sekaligus penguat persatuan antara TNI dan rakyat.









