Apresiasi Tokoh Presidium dan Wartawan: Sabrul Iman Tegas, Profesional, Nahkoda Baru Lebih Gacor?
Yapiter juga menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan dan keberanian institusi dalam menangani perkara-perkara strategis yang berdampak luas. Menurutnya, kehadiran Kajari baru harus mampu menjawab harapan masyarakat yang semakin kritis terhadap kinerja aparat penegak hukum.
Ketua PWI Basel: Gebrakan Sabrul Iman Tinggalkan Jejak Kuat di Penegakan Tipikor
Mutasi Sabrul Iman memunculkan harapan agar Kajari baru, Asep Kurniawan Cakraputra, mampu melanjutkan gebrakan pemberantasan korupsi di Bangka Selatan. Kehadiran Sabrul Iman sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan dinilai membawa warna baru dalam penegakan hukum, khususnya tindak pidana korupsi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan, Dedy Irawan, yang menilai kinerja Sabrul Iman meninggalkan jejak kuat meski masa tugasnya tergolong singkat. Menurut Dedy, hanya dalam hitungan bulan sejak menjabat, Sabrul Iman mampu menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi di Bangka Selatan.
Salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan Kejari Bangka Selatan membongkar kasus tindak pidana korupsi SP3AT fiktif di Desa Lepong dengan nilai kerugian negara mencapai Rp45,9 miliar. Nilai tersebut disebut sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga saat ini.
“Bagi kami, kehadiran Pak Sabrul Iman seperti membawa energi baru dalam penegakan hukum, terutama tipikor. Dalam waktu relatif singkat, sudah ada pembuktian yang nyata,” ujar Dedy Irawan, di Toboali, Kamis (12/2/2026).
Selain kasus SP3AT fiktif, Kejari Bangka Selatan juga tengah menangani sejumlah perkara tindak pidana korupsi lain yang masih dalam tahap penyelidikan maupun penyidikan. Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah perkara terkait tata niaga timah. Berdasarkan pernyataan Sabrul Iman sebelumnya, potensi kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan dapat mencapai ratusan miliar rupiah.

Dedy menilai, keberanian dan ketegasan Sabrul Iman dalam mengungkap kasus-kasus besar menjadi hal yang dirindukan oleh insan pers maupun masyarakat Bangka Selatan. Menurutnya, penanganan perkara yang progresif dan terbuka memberikan harapan baru terhadap upaya membersihkan daerah dari praktik korupsi yang selama ini merugikan keuangan negara dan kepentingan publik.
Namun demikian, kabar mutasi Sabrul Iman ke Kejaksaan Negeri Magetan, Jawa Timur, memunculkan perasaan campur aduk di kalangan wartawan dan masyarakat. Dedy mengaku ada rasa sedih karena Sabrul Iman harus meninggalkan Bangka Selatan setelah sekitar tujuh bulan bertugas.
“Sebagai awak media, kami tentu merasa kehilangan. Dalam waktu tujuh bulan, beliau sudah menunjukkan gebrakan yang luar biasa. Ada rasa sedih ketika mendengar beliau harus kembali pindah,” kata Dedy.
Meski demikian, Dedy tetap berharap estafet kepemimpinan di Kejari Bangka Selatan dapat berjalan dengan baik. Ia menaruh harapan besar kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan yang baru, Asep Kurniawan Cakraputra, untuk melanjutkan bahkan memperkuat langkah-langkah pemberantasan korupsi yang telah dirintis oleh Sabrul Iman.
Jejak Sabrul di Kasus Besar Tanah Air
Nama Sabrul Iman bukan figur yang lahir dari ruang senyap birokrasi. Rekam jejaknya dalam dunia kejaksaan menunjukkan lintasan karier yang dibentuk oleh perkara-perkara besar, kompleks, dan berisiko tinggi. Lebih dari dua dekade mengabdi sebagai jaksa, Sabrul Iman menapaki jalur struktural dan teknis penegakan hukum, terutama pada sektor tindak pidana khusus yang menjadi jantung pemberantasan korupsi.










