SUARABAHANA.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengikuti rapat permulaan (Kick Off Meeting) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) secara virtual bersama kementerian dan instansi terkait, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan implementasi program pariwisata nasional berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak konkret bagi daerah. Rapat dilaksanakan di Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan BAPPELITBANGDA Bangka Selatan dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Fokus utama pembahasan mencakup sinkronisasi program lintas sektor, evaluasi capaian tahap awal, serta penyusunan strategi lanjutan guna memperkuat posisi Bangka Selatan dalam peta destinasi pariwisata prioritas nasional yang terus berkembang secara kompetitif dan berkelanjutan.

Kepala BAPPELITBANGDA Kabupaten Bangka Selatan, Ari Sutanto, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh rencana aksi dalam RIDPN dapat terlaksana sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung keberhasilan program tersebut. “Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional pada lima Destinasi Pariwisata Prioritas, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi bersama instansi pelaksana dari unsur kementerian/lembaga, OPD, dan instansi terkait lainnya,” ujarnya. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam menjaga konsistensi pelaksanaan program di lapangan secara terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional terkait RIDPN yang mencakup lima Destinasi Pariwisata Prioritas, yakni Lombok–Gili Tramena, Manado–Likupang, Bangka Belitung, Borobudur–Yogyakarta–Prambanan, serta Danau Toba. Pemerintah pusat menekankan bahwa seluruh program di kawasan tersebut wajib dipantau dan dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas pelaksanaan serta optimalisasi hasil pembangunan. Dalam konteks ini, Bangka Belitung, termasuk Bangka Selatan, memiliki peran strategis sebagai salah satu kawasan prioritas yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta peluang pengembangan yang dapat dimaksimalkan pada tahap berikutnya secara sistematis dan terintegrasi.

Ari Sutanto menambahkan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program nasional pengembangan pariwisata. Ia menjelaskan bahwa selain mencermati capaian program, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan laporan realisasi Rencana Aksi Tahap 1 yang mencakup periode 2023 hingga 2024. Laporan tersebut menjadi dasar penting dalam menilai sejauh mana implementasi program telah berjalan dan dampaknya terhadap penguatan sektor pariwisata daerah. “Kegiatan ini penting untuk mencermati dan menyiapkan laporan realisasi dari rencana aksi tersebut, guna meningkatkan penguatan daya saing destinasi pariwisata Bangka Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan langkah lanjutan melalui penyusunan Rencana Aksi Tahap 2 untuk periode 2025 hingga 2029. Tahap ini difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur pendukung serta peningkatan kualitas layanan pariwisata guna menarik lebih banyak wisatawan. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik destinasi sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. Selain itu, pendekatan pembangunan yang terintegrasi dengan sektor lain seperti transportasi, ekonomi kreatif, dan UMKM juga menjadi perhatian utama dalam perencanaan tahap lanjutan tersebut secara berkesinambungan dan adaptif terhadap perkembangan tren pariwisata global.

Ari Sutanto menegaskan bahwa sasaran utama dari pengembangan tahap berikutnya adalah peningkatan kinerja sektor pariwisata secara menyeluruh, termasuk jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan, serta pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Fokus pengembangan diarahkan pada kawasan strategis Toboali–Lepar Pongok yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak utama ekonomi pariwisata di Bangka Selatan. Dengan dukungan kebijakan nasional melalui RIDPN, kawasan ini diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing tinggi. Pemerintah daerah optimistis bahwa melalui sinergi lintas sektor dan evaluasi berkelanjutan, pembangunan pariwisata akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat.