Kenapa Penegakan Hukum itu Wajib? Karena Kita Ingin Hidup di Tempat yang Waras
KALAU NEGERI INI diibaratkan tubuh manusia, maka hukum itu adalah sistem imun. Nah, masalahnya, sistem imun kita ini kadang suka “libur kerja” tanpa izin. Virus bernama korupsi bebas keluar masuk, duduk santai, bahkan sempat pesan kopi. Akibatnya? Keuangan daerah digerogoti seperti kerupuk disiram kuah panas—cepat lembek, cepat habis.
Mari kita jujur sedikit, tapi jangan sampai ketahuan. Kita sering bilang ingin daerah maju, jalan mulus, sekolah bagus, rumah sakit layak, dan pelayanan publik yang ramah tanpa wajah jutek. Tapi di saat yang sama, kita seperti memelihara “hobi lama”: membiarkan hukum berjalan pakai sandal jepit, sementara koruptor naik mobil dinas plus AC dingin.
Padahal, kalau mau maju, resepnya tidak ribet seperti masak rendang. Cukup satu bahan utama: penegakan hukum yang tegas. Bukan tegas di spanduk, bukan tegas di pidato, tapi tegas seperti ibu-ibu menawar harga di pasar—tidak bisa digoyang, tidak bisa ditawar, apalagi dititip.

Korupsi itu bukan sekadar angka di laporan. Ia adalah tukang culik masa depan. Uang yang seharusnya jadi jalan desa, malah jadi jalan-jalan. Dana pendidikan berubah jadi dana pertemuan di hotel berbintang. Anggaran kesehatan beralih fungsi jadi “anggaran sehat-sehat saja bagi oknum tertentu”. Kalau ini terus dibiarkan, jangan heran kalau pembangunan kita jalan di tempat, seperti sepeda statis di gym—keringatan iya, maju tidak.
Lucunya lagi, kadang kita seperti punya dua standar. Kalau maling ayam, cepat sekali ditangkap. Tapi kalau maling uang rakyat, prosesnya panjang seperti sinetron kejar tayang. Episode demi episode, plot twist di mana-mana, ending-nya kadang bikin penonton geleng kepala. Ada yang tiba-tiba sakit, ada yang lupa ingatan, bahkan ada yang mendadak jadi “dermawan” setelah ketahuan.
Di sinilah pentingnya hukum yang tidak kenal kompromi. Hukum itu seharusnya seperti lampu sorot stadion—terang benderang, tidak pilih-pilih siapa yang disinari. Siapa pun yang bermain curang, langsung kelihatan jelas, tanpa drama bayangan.


