SUARABAHANA.COM – Tim Baher mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan selama tiga hari guna memperkuat kemampuan teknis dalam asesmen awal hingga strategi pendampingan rehabilitasi ringan bagi penyalahguna narkoba.

Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan peran generasi muda sebagai Agen Pemulihan (AP) di tengah meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan Gen Z di Kabupaten Bangka Selatan.

Melalui pelatihan itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pola pendampingan rehabilitasi berbasis masyarakat, pendekatan kemanusiaan, hingga langkah awal penanganan korban penyalahgunaan narkotika agar memperoleh akses rehabilitasi yang layak dan mudah dijangkau masyarakat.

Ketua Tim Baher, Hayi, mengatakan pihaknya bersyukur karena para anggota mendapatkan ilmu baru terkait strategi pendampingan rehabilitasi ringan dari BNNK Bangka Selatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting bagi generasi muda yang saat ini rentan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT anggota kami Tim Baher mendapatkan ilmu baru tentang strategi dan pendampingan ringan dari pihak BNNK Bangka Selatan,” kata Hayi kepada wartawan di Toboali, Rabu (13/5).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BNNK Bangka Selatan yang telah memberikan pembekalan kepada generasi muda daerah agar memiliki pemahaman dan kemampuan dalam membantu upaya pencegahan serta rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.

Hayi menegaskan Tim Baher berkomitmen menjadikan ilmu yang diperoleh selama Bimtek sebagai bekal utama dalam membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang terjerat penyalahgunaan narkotika.

Menurut dia, keberadaan Agen Pemulihan sangat penting untuk menjembatani masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi dengan layanan yang tersedia secara cepat dan manusiawi.

“Sebagai Agen Pemulihan, kami siap menjadi garda terdepan yang proaktif, menjembatani penyalahgunaan narkoba untuk mendapatkan rehabilitasi yang layak, mudah, dan manusiawi,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), Tim Baher akan bergerak bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai zat adiktif lainnya di wilayah Bangka Selatan.

Lebih lanjut, Hayi mengatakan pihaknya memiliki tekad kuat untuk terus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang sehat dan bebas narkoba. Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama kalangan pemuda.

Ia menyebut generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus pelopor gerakan sosial anti narkoba di lingkungan masing-masing.

“Tekad kami sudah bulat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih bebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang,” katanya.

Dengan adanya Bimtek tersebut, Tim Baher berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya rehabilitasi serta menghapus stigma negatif terhadap korban penyalahgunaan narkotika yang ingin pulih.

Salah satu peserta Bimtek, Rosando, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan materi yang diberikan membuka wawasan peserta mengenai dampak buruk narkoba sekaligus tata cara melakukan pendampingan kepada generasi muda yang terlibat penyalahgunaan zat terlarang.

“Alhamdulillah setelah mengikuti Bimtek, kami semakin tahu bahaya narkoba dan tata cara mendampingi generasi muda yang terlibat dengan penyalahgunaan ini,” ujarnya.

Rosando menilai pelatihan semacam itu sangat penting untuk memperkuat kapasitas pemuda daerah dalam membantu upaya rehabilitasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat yang kini menghadapi tantangan sosial semakin kompleks seperti kabut tipis yang perlahan menutupi arah masa depan generasi muda.

Ia berharap kegiatan Bimbingan Teknis yang melibatkan generasi muda dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Kabupaten Bangka Selatan. Menurutnya, pelatihan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat peran pemuda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman narkoba.

“Semoga acara Bimtek ini terus dilakukan agar generasi muda Bangka Selatan terbebas dari jeratan narkoba dan lebih maju dari daerah lain dan kami juga siap mendampingi proses rehabilitasi dan menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Bergerak bersama, pulih bersama,” ungkapnya.