Ringkasan
  • Pemkab Bangka Selatan dan OJK Babel menggelar literasi keuangan bagi 100 ASN di Gedung Serbaguna Junjung Besaoh, Senin (22/6/2026), untuk memperkuat pemahaman pengelolaan keuangan pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan sektor jasa keuangan.
  • Kepala Pengawas IJK OJK Babel Soni Prima Nugroho mengingatkan modus *phishing*, *scam*, dan investasi ilegal kini menyasar ASN. Ia meminta setiap produk keuangan dipastikan terdaftar dan diawasi OJK.
  • Asisten Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Muhammad Zamroni berharap ASN menjadi teladan dalam mengelola keuangan. Seluruh peserta juga akan menerima *e-sertifikat* sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

SUARABAHANA.COM – Sebanyak 100 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dibekali literasi keuangan bersama OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar tidak terjerat penipuan online dan investasi ilegal, di Gedung Serbaguna Junjung Besaoh, Senin (22/6/2026).

Kepala Pengawas Industri Jasa Keuangan (IJK) OJK Babel Soni Prima Nugroho mengingatkan peserta agar tidak lengah. “Kami mengajak seluruh peserta untuk semakin cermat dalam menerima informasi dan penawaran investasi. Pahami terlebih dahulu manfaat, risiko, serta legalitas produk yang ditawarkan agar tidak menjadi korban penipuan maupun investasi ilegal,” ujarnya.

Kegiatan literasi keuangan ASN Bangka Selatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan aparatur dalam mengelola keuangan secara bijak, sekaligus menumbuhkan kewaspadaan terhadap kejahatan sektor jasa keuangan yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital.

Modus Penipuan Digital Mulai Sasar ASN

Menurut Soni, berbagai modus penipuan digital seperti phishing, scam, dan penawaran investasi tanpa izin terus berkembang dan menyasar banyak kalangan, termasuk ASN. Masyarakat diminta memastikan setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan telah terdaftar serta diawasi OJK.

Soni juga menjelaskan pentingnya perencanaan keuangan yang baik, pemahaman terhadap instrumen investasi seperti saham dan emas, serta kemampuan mengelola risiko keuangan di tengah dinamika perekonomian dan fluktuasi pasar yang sulit diprediksi.

Selain itu, Soni mengajak seluruh ASN terus menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam bertugas. Ia meminta aparatur berani melaporkan apabila menemukan pelanggaran atau praktik yang merugikan masyarakat di sektor jasa keuangan.

Pemkab Bangka Selatan Ingin ASN Jadi Teladan

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Bangka Selatan Muhammad Zamroni menyampaikan apresiasi kepada OJK Babel yang telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak peserta mengikuti acara sungguh-sungguh untuk menambah wawasan di bidang keuangan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti dan memanfaatkan kegiatan ini dari awal hingga selesai sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zamroni.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan memberi pemahaman komprehensif kepada ASN tentang pengelolaan keuangan pribadi, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta peningkatan kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan berbagai modus penipuan keuangan digital.

Materi dari OJK Babel juga diharapkan mengedukasi peserta tentang perencanaan keuangan, pengelolaan utang yang sehat, pemanfaatan layanan perbankan dan keuangan digital secara aman, hingga pemahaman atas hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.

“Peningkatan literasi keuangan bagi ASN sangat penting karena aparatur pemerintah tidak hanya dituntut profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengelola keuangan pribadi dengan baik sehingga dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Sinergi Pemkab dan OJK Perkuat Edukasi Keuangan

Zamroni menegaskan, kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Pemkab Bangka Selatan dan OJK Babel dalam memperkuat edukasi keuangan serta mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan di daerah.

“Melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan di kalangan ASN semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih cerdas, bijak, dan terlindungi dalam memanfaatkan berbagai produk dan layanan keuangan,” tutupnya sembari membuka kegiatan secara resmi.

100 Peserta Terima E-Sertifikat

Sebanyak 100 peserta dari berbagai perangkat daerah, rumah sakit, dan kecamatan di Bangka Selatan dijadwalkan mengikuti kegiatan ini. Mereka juga akan mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Turut hadir Kepala BAKUDA Bangka Selatan Rianto, S.IP., M.M., Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Akil, S.IP., M.M., serta Sekretaris BAPERIDA Siti Kautsariyah, S.T., M.T., bersama para ASN peserta kegiatan.